"Wisata desa dengan tinggal dan tidur di rumah kampung itu bagus. Tapi di sana enggak ada signal. Ada bagusnya juga anak-anak jadi enggak pegang ponsel terus. Mereka jadi fokus ingin tahu soal alam," sambungnya.
Bagi Ni Putu Eka, sejauh ini beberapa contoh desa wisata, seperti di Kerobokan, peminatnya cukup banyak. Bahkan orang dewasa sangat terarik. Mereka ke sawah, menanam padi, memetik buah, dan menggiling padi.
"Itu menyenangkan. Bagi anak manfaat mengenal tanaman budidaya itu bagus. Di Bali orang-orang enggak pusing harga cabai naik, bawang langka, susah cari obat tradisional. Di Bali hampir semua rumah menanam tanaman yang penting-penting, yang hasilnya untuk di konsumsi. Jadi ngapain marah harga-harga naik, orang kita bisa menanam. Bali enggak mengenal krisis, semuanya ada," kata Eka.
Eka Yakin wisata desa dengan konsep homestay dan bercocok tanam ini akan berkembang dan berhasil. Sebab bagi orang-orang di perkotaan ini langka dan memberi pengalaman baru.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.