"Iya sih benar, pakai batik itu kesannya tua, norak, 'ramai', warnanya tidak kalem. Tapi saya harus mengubah cara pandang itu untuk ikut melestarikan batik sebagai warisan budaya," katanya saat ditemui di kawasan Blok M, Jakarta, baru-baru ini.
Dia akhirnya membuat ragam koleksi pakaian batik kekinian dengan motif-motif sederhana. Anak muda zaman now pasti akan senang dan nyaman memakai pakaian yang kalem dan tidak antik.
Tapi dari semua koleksi pakaian yang dibuat, tidak mengurangi filosofi batik yang sudah ada. Bahkan uniknya, pakaian batik miliknya juga menunjukkan cerita-cerita tokoh pewayangan zaman dulu.
Selain tokoh pewayangan, Michelle juga mengenalkan motif batik parang, kawung, truntum, dan motif lainnya yang sudah identik. Tapi supaya tidak terkesan kuno, ada perpaduan warna dan mencocokkan cutting baju yang pasti disukai generasi muda.
"Anak muda harus pakai batik antik itu tidak bisa. Maka saya berkreasi bikin baju dengan motif batik dengan model pakaian seperti sweater, kaus, outer atau kemeja-kemeja yang disukai anak muda," tambah Pemilik Bateeq.