Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

'Mati Suri'-nya Batik Tiga Negeri, Batik Buatan Warga Pecinan yang mulai Ditinggal Peminat

Tiara Putri , Jurnalis-Jum'at, 23 Maret 2018 |12:51 WIB
'Mati Suri'-nya Batik Tiga Negeri, Batik Buatan Warga Pecinan yang mulai Ditinggal Peminat
Batik tiga negeri (Foto:Pinterest)
A
A
A

Batik tiga negeri Tjoa asal Solo pada awalnya diciptakan oleh Tjoa Giok Tjam pada 1910. Batik ini tercipta dari pengaruh corak budaya di Lasem. Pada motif kain batiknya ada bentuk liuk buketan bunga yang memiliki kemiripan dengan Lasem. Perpaduan motif itu terjadi karena Giok Tjiam berasal dari Lasem sedangkan istrinya yaitu Liem Netty berasal dari Solo.

Produksi ini berhenti di generasi ketiganya yaitu Tjoa Siang Swie. Pada 2014, dirinya memutuskan untuk menghentikan produksi batik tiga negeri. Alasannya seperti yang telah diungkapkan di atas. Begitu juga dengan sepupu-sepupunya dari kakek berbeda yang tidak lagi membuat batik tiga negeri. Sebelum ditutup, rumah batik milik Siang Swie masih memproduksi kurang lebih 750 kain batik tiga negeri yang dijual hingga ke Madura.

 BACA JUGA:

Puasa Senin-Kamis Ternyata Bisa Bikin Awet Muda

Pasar juga turut memengaruhi produksi batik tiga negeri. Hal itu turut dirasakan oleh produsen lainnya. Tidak banyak masyarakat yang masih memiliki ketertarikan dengan motif kuno. Kondisi itu tentunya berdampak pada semakin sedikitnya produsen batik tiga negeri.

"Kalau rumah produksi (batik tiga negeri) di Kota Pekalongan yang saya temui langsung ada 2 atau 3. Sedangkan di Kedung Wungi yang pecinan, yang tadinya ada sekitar hampir 200an itu keluarga semua di pecinan sekarang tinggal 2. Kemudian di Lasem dari sekian ratus begitu tahun ini yang Kota Tua yang pecinan itu tinggal 11 walaupun pegawainya banyak. Solo pembatik Tionghoa masih ada tapi enggak ada yang membuat batik tiga negeri sehingga mati," pungkas Agni.

(Santi Andriani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement