SUASANA sejuk dingin khas pegunungan menyelimuti tubuh. Mata pun dimanjakan dengan bunga-bunga cantik sakura. Warnanya merah, merah muda, putih, bahkan yang berwarna ungu pun terlihat.
Bunga sakura sedang mekar merekah di sepanjang jalan. Festival Sakura pun tengah digelar hingga 10 April. ini bukan suasana di Jepang yang memang dikenal dengan bunga sakuranya. Melainkan suasana yang KORAN SINDO rasakan saat berkunjung ke Gunung Alishan di Taiwan. Tepatnya di Kabupaten Chiayi, kurang dari 1,5 jam dari ibu kota Taiwan jika menggunakan kereta cepat.
Bunga sakura memang teramat spesial karena hanya mekar setahun sekali, pada Maret hingga pertengahan April. Waktunya pun pendek hanya 10 hari pada awal musim semi. Pohon bunga sakura akan berdaun saat bunga tidak mekar. Begitu juga sebaliknya, saat bunga mulai terlihat, daun-daun berguguran tinggalkan kelopak-kelopak bunga sakura nan indah.
Sakura di Taiwan bersemi lebih dahulu daripada di Jepang, setelah bunga rontok kemudian ceri tumbuh. Masyarakat Taiwan menyebut jenis sakura berdasarkan warnanya. Bunga yang berwarna merah disebut bunga taiwan, yang berwarna merah muda disebut bunga fuji. Ada juga bunga sakura bernama hokaido.
Jenis sakura di Jepang memang jauh lebih banyak, ada sekitar 20, sementara di Taiwan hanya 5 jenis sakura yang tumbuh. Pada tahun ini pemerintah Taiwan akan menggelar Festival Sakura 2018 (The 2018 Cherry Blossoms Festival) digelar pada 15 Maret-10 April.
Seperti di Jepang, akan ada libur satu hari, warga Taiwan memanfaatkan sehari libur sekolah atau kantor untuk piknik di bawah pohon sakura. Rekreasi ke Gunung Alishan, wisatawan bisa menggunakan transportasi kereta dan bus dari Kota Taipei ke Chiayi. Jika ingin menggunakan kereta, ada dua pilihan yang bisa digunakan, yakni kereta cepat (high speed train) dan kereta biasa. Dengan kereta cepat, jarak antara Taipei-Chiayi sekitar 261 kilometer yang ditempuh hanya dalam waktu 1 jam 20 menit.
Sementara, dengan kereta biasa atau bus, jarak itu harus ditempuh sekitar 4 jam. Dari Stasiun Kereta Chiayi, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan dengan bus atau kereta ke kawasan Gunung Alishan. Selama Festival Sakura 2018, pihak pengelola bus akan menambah jadwal pemberangkatan bus setiap 30 menit sekali.
Wisatawan memang sebaiknya menggunakan angkutan umum ketimbang mobil pribadi. Hal ini untuk menghindari kemacetan karena sering banyak wisatawan yang menghentikan laju kendaraannya hanya untuk berfoto dengan latar belakang pohon sakura. Ditambah banyak kuil yang dijadikan pusat perayaan keagamaan. Di sepanjang jalan menuju Gunung Alishan, memang banyak hal unik yang bisa dinikmati juga dikunjungi wisatawan. Perlu diwaspadai jalan perbukitan menuju pegunungan yang berkelok-kelok. Tubuh pun harus siap, jika tidak pusing dan mual akan terasa. Pokoknya tetap tenang dan fokus karena pemandangan per - jalanan sangat indah dengan perkebutan teh oolong di sisi kanan dan kiri jalan.