Nah, adanya dua pohon bakau di pinggir laut ini dijadikan sebagai penanda kalau nanti sang cucu sudah kembali ke kampung halamannya, dia tahu bahwa dia berada tepat di tempat asalnya. Si nenek juga yang menenam dua pohon bakau tersebut.
Setelah beberapa tahun kemudian, si nenek dikabarkan meninggal dunia dan sang cucu dan warga setempat sepakat untuk menamai dua pohon tersebut dengan sebutan "Vovasanggayu" yang berarti pohon yang tumbuh sendiri.
Dari nama yang dia berikan itulah kemudian nama kampung tersebut berasal. Di lain cerita, ada juga orang yang menyebut bahwa kedua pohon bakau itu dulunya adalah pohon yang menjadi tambatan bagi perahu-perahu nelayan setempat.
Perlu Anda ketahui sebelumnya, Vovasanggayu sendiri merupakan kata yang berasal dari bahasa kaili (suku yang sudah lama mendiami Matra) yang berarti pohon. Seiring berjalannya waktu, masyarakat kemudian menyebut nama vovasanggayu menjadi pasangkayu dan dari situ lah nama tersebut populer.
Sementara itu, lokasi dua pohon bakau itu pun kini menjadi salah satu pusat destinasi Kota Pasanggayu. Beberapa netizen di Instagram juga coba mengabadikan lokasi di sana dan ternyata cukup indah untuk dikunjungi.