Jadi Ashley memutuskan untuk memakai sepatu hak tinggi untuk bekerja sejak saat itu. Dia tidak memakainya hari demi hari, karena dia mengaku sepau ini bisa membuatnya merasa tidak nyaman setelah beberapa saat. Sekalipun demikian, dia akan selalu menaruhnya di bawah meja kerjanya dan mengenakannya saat klien ingin menemuinya.
Manajernya bingung harus bersikap bagaimana saat pria berusia 30 tahun itu mengatakan kepadanya bahwa dia berencana untuk mengenakan sepatu hak tinggi untuk bekerja. Si manajer pun membiarkan hal itu terjadi dan melihat sejauh ini Maxwell bekerja, hasilnya tidak pernah mengecewakan.
"Ketika saya memutuskan untuk memakainya di tempat kerja, saya memberi tahu (manajer) saya dan dia berkata, 'Saya mengizinkan, tidak apa apa,'" kenang Ashley. "Namun manajer saya memastikan saya tidak akan mendapat masalah, lalu saya menjawab, 'permintaan ini benar-benar keinginan saya dan saya rasa saya memang harus menggunakannya," kata Maxwell.
Sejauh ini, pandangan orang ada yang positif ada yang tidak. Bahkan, Maxwell merasa bahwa banyak orang yang lebih merasa jijik ketimbang bangga dengannya.
Ashley mengatakan bahwa dia menyukai perhatian yang dia dapatkan saat dia berlari dengan setelan jas dan sepatu hak tinggi. Itu bukan semata-mata ingin dilihat. Dia hanya menyukai "kontras antara maskulinitas dan feminitas" dan cara membuat orang mempertanyakan sesuatu akan dirinya.
(Helmi Ade Saputra)