Laxmi Agarwal salah satu wanita yang terlibat dalam peragaan busana mengungkapkan pengalaman menyedihkannya yang jadi korban penyiraman air keras oleh seorang pria berusia 32 tahun, yang ia tolak lamarannya. Laxmi juga mengatakan dirinya tidak mendengarkan apa kata orang, tapi ia tetap menjalani kehidupan. “Kami tidak ingin dihormati, kami menginginkan persamaan,” ucap Laxmi.
Selain terlibat dalam peragaan busana dalam memperingati Hari Perempuan Internasional 2018, Laxmi juga meminta Mahkamah Agung India agar menghentikan penjualan air keras. Tidak hanya Laxmi, Deepmala Tiwary yang juga ikut serta dalam pertunjukan menambahkan, “Apa yang orang pikirkan tentang kita tidak ada kaitannya, apa yang kita pikiran tentang diri kita itulah yang akan terjadi pada diri kita.”
Seperti diketahui ada dua pertiga dari 1.500 serangan air keras di seluruh dunia yang terjadi setiap tahunnya, dan India menjadi salah satu negara yang juga tidak luput dari kasus tersebut. Sebagian besar kasus terjadi karena ada anggota keluarga yang marah atau pasangan yang dicampakkan.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.