Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tidak Lagi Formal, Tren Furniture Kantor Kini Lebih Santai dan Eye Catching

Pradita Ananda , Jurnalis-Kamis, 08 Maret 2018 |18:19 WIB
Tidak Lagi Formal, Tren Furniture Kantor Kini Lebih Santai dan <i>Eye Catching</i>
Desain interior (Foto: Pinterest)
A
A
A

SEIRING dengan perkembangan zaman, lebih khususnya perkembangan dunia bisnis, arsitektur dan teknologi di mana kini sebagian besar para pelaku industrinya adalah para generasi millenials, yang akhirnya menjadikan adanya pergeseran desain interior perkantoran.

Adanya pergeseran desain interior perkantoran ini bisa dilihat secara kasat mata, tren-tren furnitur kantor yang mungkin beberapa belas atau puluhan tahun lalu hadir dengan gaya yang sangat formal dan konvensional. Kini mulai bergeser ke arah non-konvesional, tampilan yang lebih santai, lebih dinamis, namun tetap mengedepankan unsur profesional.

 BACA JUGA:

Masker Bir untuk Dapatkan Rambut Sehat, Ikuti Panduan Membuatnya

Dulu ruangan-ruangan kantor dirancang dengan meja-meja bermodel individual desk, lalu bergeser ke gaya cubical alias kubikel, dan sekarang telah bergaya open space tanpa sekat atau partisi. Seperti yang dituturkan oleh Zaky Makarim, manajer divisi pt.Datascrip yang menaungi lini-lini furniture seperti Sedus, Sitia, hingga Tonon.

"Sekarang sudah enggak kotak-kotak atau kubikel gitu ya, lebih ke suasana desain interior yang fun, santai dan colorfull. Office trend dulu yang pakai individual desk, lalu cubical, dan sekarang menjadi open plan. Dari ketiga ini masih ada kekurangan yakni suara bising. Makannya sekarang ada tren baru tidak perlu dedicated place, di mana kini orang dapat bekerja di mana pun berada. Ini sudah dilakukan di perusahaan besar seperti google, microsoft, dan lain-lain," papar Zaky Makarim kala ditemui Okezone, Kamis (8/3/2018) konferensi pers dan peluncuran 'New Office Chairs' di Vastuhome, Jakarta Selatan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement