Misalnya, ada kasus pasien HAK yang tidak dilahirkan dengan fungsi organ kelamin yang normal, tidak punya rahim dan sebagainya. Banyak pula gangguan lainnya yang bisa dialami oleh anak perempuan saat menderita kelainan ini.
(Baca Juga: Kemenkes Fokus Eliminasi TBC, Penurunan Stunting serta Peningkatan Cakupan dan Mutu Imunisasi pada 2019!)
"Keseimbangan hormon anak-anak ini identik ke laki-laki. Risikonya anak perempuan indung telurnya tertutup, maka nantinya bisa kena policistic ovarium sindrom (PCOS) dan ujung-ujungnya infertilitas," ungkapnya.
Karena itu, sejak orangtua tahu jika anaknya menderita kelainan hiperplasia adrenal kongenital ini segera lakukan terapi dengan dokter. Kalau tidak, anak bisa mengalami kematian karena terlambat diobati.
"Pengobatan tatalaksananya juga harus dengan dokter. Nanti dokter yang menentukan bagaimana supaya anak bisa tumbuh dengan normal, sampai mencegah infertilitas dengan minum obat," pungkasnya.
(Utami Evi Riyani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.