Perlu Anda ketahui, beberapa jenis kanker, termasuk kanker prostat dan payudara, telah dikaitkan dengan paparan berlebihan estrogen di dalam rahim. Studi juga menunjukkan hubungan antara estrogen dan kanker testis.
Bukti menunjukkan bahwa kanker ini ditambah dengan kondisi terkait hormon lainnya seperti masalah pubertas dini, dan kesuburan, bisa meningkat karena parfum.
Tentu saja, Anda tidak bisa menggambar garis lurus antara aroma dan kanker: aroma hanyalah satu sumber bahan kimia yang berpotensi mengganggu hormon dan belum ada penelitian yang cukup untuk menentukan dengan tepat mengapa gangguan hormonal meningkat.
Tapi para ilmuwan khawatir. Mereka menganggap bahwa kecepatan peningkatan masalah ini sangat mengesankan bahwa faktor lingkungan memainkan peran penting. Bahan kimia yang mengganggu hormon dalam keharuman adalah bagian lingkungan yang ada di mana-mana dan tak dapat disangkal.
Dari masalah-masalah ini, lalu apakah Anda perlu menghentikan pemakaian parfum sehari-hari?
Tidak bisa dipungkiri, parfum sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia. Tapi, jika menengok pada masalah yang bisa muncul, penelitian di Inggris sudah melihat bahwa semakin banyak kelompok masyarakat yang melarang adanya parfum di lingkungan.
Penelitian tersebut menemukan 53 persen orang akan mendukung kebijakan bebas wewangian di tempat kerja mereka.
Di Kanada, banyak rumah sakit dan perusahaan telah melakukan ini. Mereka melarang penyegar udara, pot pourri, dan diffusers. Kebijakan lain juag sudah mulai dilakukan seperti meminta orang untuk tidak menggunakan peralatan mandi yang mengandung wewangian, deodoran dan parfum.
(Muhammad Saifullah )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.