Semua pemandangan itu dinikmati secara gratis. Begitu juga dengan fasilitasnya. Hanya saja, wisatawan dikenakan biaya parkir. Ketika pulang. Nominalnya, Rp2.000 per kendaraan roda dua. Roda empat Rp4.000 per kendaraan.
''Pengunjung yang datang ke sini (Air terjun Curug Cay) dari berbagai daerah di Bengkulu. Ramai ketika hari libur. Khususnya, Sabtu dan Minggu,'' sampai Ali Amran.
Di balik keindahan alam air terjun Curug Cay tersimpan sebuah cerita. Nama air terjun itu diambil dari nama salah satu warga desa Bukit. Ansar, namanya. Di mana kawasan air terjun itu masuk dalam areal perkebunan miliknya.
Ansar oleh warga setempat memiliki nama sapaan akrab, Cay. Sehingga air terjun itu diberi nama air terjun curug cay. Pemberian itu melekat tahun 1997, kira-kira. Sebelumnya, nama itu melekat orangtua warga setempat menyebut nama air terjun ''bajak''.
(Baca Juga: Membuka Keindahan Wisata di Kota Bengkulu)
Tidak ada catatan sejarah asal muasal nama air terjun bajak. Konon, nama itu dulunya merupakan nama sebuah dusun tua yang saat ini menjadi desa Bukit. Seiring dengan berjalannya waktu nama itu pun berganti. Air terjun, Curug Cay. ''Nama air terjun diambil dari warga sini (desa Bukit),'' jelas Ali.
(Muhammad Saifullah )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.