Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Putri Eugenie, Cucu Ke-6 Ratu Elizabeth II yang Penuh Kasih

Koran SINDO , Jurnalis-Senin, 19 Februari 2018 |22:35 WIB
Kisah Putri Eugenie, Cucu Ke-6 Ratu Elizabeth II yang Penuh Kasih
Putri Eugenie (Foto: Harpersbazaar)
A
A
A

Senang Kegiatan Sosial

Sang putri juga dikenal sebagai putri yang peduli sesama dan suka membantu. Semua ini berawal pada pengalaman pribadinya pada Oktober 2002 ketika berusia 12 tahun. Kala itu dia menjalani operasi bedah di Royal National Orthopedic Hospital di Stanmore, Middlesex, untuk memperbaiki kondisi skoliosis, yaitu tulang belakang yang melengkung. Dari sinilah, Putri Eugenie ingin mendukung orang lain yang memiliki riwayat penyakit yang sama. Dikutip laman The Duke of York, banyak kegiatan sosial dan amal yang dilakukan sang putri. Dia menjadi pelindung atau patron Royal National Orthopedicís Redevelopment Appeal pada April 2012.

Sebuah unit akomodasi di rumah sakit pun diberi nama Princess Eugenie House. Pada Juni 2012, Putri Eugenie kembali terjun ke dunia sosial dengan menjadi salah satu dari sekitar 3.000 pesepeda yang ikut serta dalam Nightrider, yakni bersepeda sepanjang 100 km melalui London. Melalui aksinya, Euginia mengumpulkan uang untuk Rumah Sakit Ortopedi Royal Nasional dan Marylebone Cricket Club Foundation. Kehidupan sosial yang dijalaninya juga melibatkan sang ibu dan kakaknya. Bersama sang kakak, Putri Beatrice, keduanya menjadi Pelindung Teenage Cancer Trust pada Juni 2016. Ibu mereka, Sarah, Duchess of York, juga merupakan pelindung kehormatan jangka panjang. The Teenage Cancer Trust mendukung kaum muda yang menghadapi kanker.

 (Baca Juga: Sama-Sama Single, Mungkinkah Jennifer Aniston dan Brad Pitt Kembali Bersama? Ini Kata Psikolog)

Pada tahun yang sama, dia, sang kakak, dan ibunda berkolaborasi dengan seniman Teddy M membuat grafiti kerajaan pertama, yang dibuat di halaman depan di Royal Lodge di Windsor Great Park. Karya yang dihasilkan yaitu Royal Love, dipamerkan saat Masterpiece London 2016, kemudian dijual dengan nilai lima digit di sebuah lelang privat Sotheby. Dikutip E!News, semua hasil pelelangan itu disumbangkan ke Children in Crisis, organisasi yang didirikan Beatrice. Di bidang seni, Putri Eugenie menjadi Pelindung Teater Coronet, Kensington, pada November 2016. Teater Coronet adalah teater dan ruang seni untuk Kensington dan London.

Tahun lalu dia juga sempat menjadi Pelindung European School of Osteopathy (ESO). ESO adalah penyedia pendidikan osteopatik berkualitas tinggi yang terkenal di dunia dari tingkat sarjana sampai tingkat pascasarjana. Eugenie juga aktif dalam gerakan menghentikan perdagangan manusia, terinspirasi perjalanan ke India bersama ibunya. Di sana Euginia bertemu perempuan muda yang melarikan diri dari perbudakan seks dan sedang belajar berdagang dan menjual barang perajin untuk menghidupi dirinya sendiri. Selain penuh kasih sayang dengan sesama manusia, Euginia juga begitu perhatian terhadap hewan.

Dia dan sang ibu, Sarah, adalah Pelindung Keluarga Gajah (Elephant Family), badan amal yang berkampanye untuk melindungi Gajah Asia dan habitatnya. Sang Putri sempat mengunjungi Gajah Tara di Duke of York Square, London, pada Juni 2015 untuk mendukung kegiatan amal tersebut.

(Utami Evi Riyani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement