Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lebih Berbahaya Mana, Tekanan Darah Tinggi atau Darah Rendah?

Agregasi Hellosehat.com , Jurnalis-Kamis, 15 Februari 2018 |05:44 WIB
Lebih Berbahaya Mana, Tekanan Darah Tinggi atau Darah Rendah?
Ilustrasi (shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Tekanan darah normal sangat penting bagi tubuh. Tanpa tekanan, darah dalam tubuh tidak akan mengalir, tidak ada oksigen atau nutrisi yang dialirkan ke jaringan dan organ tubuh lainnya. Namun, orang bisa saja mengalami gangguan pada tekanan darahnya, seperti tekanan darah bisa menjadi sangat tinggi (hipertensi) dan bisa juga menjadi sangat rendah (hipotensi). Manakah yang lebih berbahaya antara hipertensi dan hipotensi? Berikut penjelasannya seperti dilansir dari hellosehat.com.

Perbedaan hipertensi dan hipotensi

Tekanan darah terus berubah sesuai dengan aktivitas dan kondisi tubuh. Tekanan darah terendah pada orang yang sehat terjadi saat tidur atau beristirahat. Sedangkan tekanan darah tertinggi terjadi ketika melakukan aktivitas fisik serta saat tingkat stres dan kecemasan meningkat.

Walaupun demikian, bila tekanan darah berada pada tingkat yang tinggi atau rendah di waktu yang tidak seharusnya, bisa jadi ini merupakan gangguan. Gangguan pada tekanan darah tersebut adalah hipertensi dan hipotensi. Meskipun sama-sama terjadi pada tekanan darah, keduanya jelas berbeda. Berikut perbedaan antara hipertensi dan hipotensi.

1. Besarnya tekanan pada arteri

Bila seseorang memiliki hipertensi, darah yang tadinya memiliki kadar oksigen rendah dipompa ke paru-paru, di mana persediaan oksigen diisi ulang. Namun, dinding arteri pada jantung menerima tekanan terlalu banyak tekanan secara terus-terusan. Hipertensi ditandai dengan tekanan darah di atas 120/80 mmHg.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement