Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Usai Disuntik Vaksin Difteri, Puluhan Santri di Madura Sakit Massal

Usai Disuntik Vaksin Difteri, Puluhan Santri di Madura Sakit Massal
A
A
A

PULUHAN santri Pesantren Al-Falah Sumber Gayam, Pamekasan, Jawa Timur, tiba-tiba sakit setelah disuntik vaksin difteri.

Mereka mengaku pusing, mual dan muntah-muntah seperti gejala keracunan makanan dan tubuhnya panas, bahkan ada yang diantara mereka yang sempat pingsan, sehingga harus dilarikan ke sejumlah Puskesmas di Pulau Madura.

Berdasarkan hasil pendataan Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan hingga Minggu siang pukul 12.30 WIB tercatat sebanyak 46 santri dari sebelumnya hanya 30 santri pada pukul 09.30 WIB.

"Hingga siang total jumlah santri yang sakit dan terpaksa menjalani perawatan di puskesmas dan RSUD Pamekasan sebanyak 46 orang," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Pemkab Pamekasan Ali Maksum di Pamekasan, Minggu (11/2/2018).

Santri yang mengalami sakit secara massal ini merupakan santri yang disuntik Outbreak Response Immunization (ORI) Difteri oleh petugas medis dari Puskesmas Kadur, Sabtu (10/2).

Para orang tua para santri terus berdatangan ke pondok pesantren itu, bahkan beberapa diantaranya terlihat panik dan histeris, karena melihat anaknya lemas terkulai di Puskesmas Kadur.

Sekretaris Dinkes Pamekasan Ali Maksum mengakui, kejadian ini termasuk peristiwa luar biasa, dan salah satu penyebabnya karena trauma psikologis. Sebab, setelah dilakukan observasi, hampir semua santri yang dirawat kondisinya bagus.

"Tensinya bagus, suhunya bagus, kesadaran umumnya bagus. Karena trauma psikologis itu mungkin temannya banyak yang pingsan akhirnya yang lain trauma," katanya, menjelaskan.

Ali Maksum menjelaskan, imunisasi difteri di Pesantren Sumber Gayam, Kadur itu merupakan rangkaian program Outbreak Response Immunization (ORI) dengan sasaran balita hingga anak berusia 19 tahun.

Dia menjelaskan, kasus santri sakit massal ini masuk kategori kejadian ikutan pasca imunisasi (IPI). "Sebab efek imunisasi ini, memang menyebabkan anak seperti mengalami keracunan, seperti mual, dan muntah, akan tetapi hanya akan berlangsung sesaat dan tidak akan menimbulkan bahaya bagi tubuh," katanya.

Efek imunisasi ini, sambungnya, memang menyebabkan anak seperti mengalami keracunan, seperti mual, dan muntah, akan tetapi hanya akan berlangsung sesaat dan tidak akan menimbulkan bahaya bagi tubuh.

(Baca Juga: Vaksin Difteri Haram? Begini Penjelasan Imam Besar Masjid Istiqlal)

Selain itu, daerah bekas suntikan terasa sakit, bengkak dan kemerahan, mengalami demam tinggi. Kadang bisa sakit perut dan diare. Anak juga bisa menjadi rewel, nafsu makan menurun dan lemas. "Tapi, hasil koordinasi kami dengan petugas medis, kondisinya terpantau stabil," ujar Ali Maksum.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement