Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Brem, Minuman Selamat Datang Khas Bali

Annisa Amalia Ikhsania , Jurnalis-Sabtu, 10 Februari 2018 |18:00 WIB
Brem, Minuman Selamat Datang Khas Bali
Brem Bali (Foto: The Sun)
A
A
A

BILA berkunjung ke Bali, jangan lupakan untuk mencicip minuman khas daerah ini. Terbuat dari hasil fermentasi ketan, minuman beralkohol ini menjadi salah satu minuman tradisional khas Pulau Dewata.

Ya, brem merupakan jenis minuman fermentasi khas Bali yang terbuat dari campuran ketan hitam dan putih. Dikemas dalam botol bulat mungil atau dalam botol bir.

Minuman brem Bali mulanya hanya bagian dari ritual adat dan keagamaan di Pulau Dewata. Dulu, brem sering digunakan saat upacara umat Hindu di Bali, yaitu sebagai pengganti darah dalam upacara Tabuh Rah. Namun, kini fungsinya mulai meluas, yaitu sebagai minuman ucapan selamat datang kepada wisatawan yang berkunjung serta bisa dijadikan sebagai buah tangan khas Bali.

Berbeda dengan brem khas Madiun yang berbentuk kotak. Di Bali, brem merupakan minuman cair dan mengandung alkohol. Selain alkohol, brem juga mengandung beberapa unsur lainnya, seperti gula pereduksi, gas karbondioksida, dan sedikit asam organik. Kadar alkohol yang ada dalam brem ini berkisar antara 3 hingga 5 persen dengan warna cokelat yang khas dari ketan hitam.

Dalam proses pembuatannya, beras ketan difermentasi dengan ragi tape. Campuran ini kemudian disimpan selama kurang lebih lima hari hingga berubah bentuk menjadi tape. Setelah itu, tape diremas-remas kemudian dipisahkan antara air dan ampasnya.

 

Cairan ditambahkan lagi dengan ragi, kemudian disimpan selama 15 hari. Untuk meningkatkan kadar alkohol di dalamnya, brem kemudian disimpan lagi selama 6 hingga 8 bulan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement