NYAMUK bisa dikatakan sebagai hewan yang dihindari oleh manusia. Selain menyebabkan gatal sehabis menghisap darah, hewan tersebut juga dapat menyebarkan penyakit seperti demam berdarah, malaria, dan zika. Akan tetapi, banyak mitos yang berkembang di masyarakat mengenai nyamuk. Hal itu terkadang membuat masyarakat salah kaprah dalam mengatasinya.
Melansir Business Insider, Senin (5/2/2018) inilah sejumlah mitos tentang nyamuk:
Makanan tertentu mencegah seseorang digigit nyamuk
Banyak masyarakat yang percaya jikalau makanan yang tinggi vitamin B dapat membuat nyamuk enggan menggigitnya. Sama halnya dengan konsumsi bawang putih Sayangnya, belum ada bukti ilmiah yang cukup untuk mendukung hal tersebut. Nyatanya gigitan nyamuk dipengaruhi oleh jumlah karbondioksida yang keluar dari dalam tubuh dan seberapa cepat metabolisme tubuh.
Tanaman tertentu dapat mengusir nyamuk
Tak sedikit masyarakat yang menanam citronella atau sereh untuk mengusir nyamuk karena aromanya. Akan tetapi, manfaat tersebut sebenarnya baru bisa dirasakan apabila tanaman dibakar. Sebab asap dari pembakaran itulah yang mampu membunuh nyamuk. Sedangkan bila citronella hanya dibiarkan tumbuh, yang ada malah membuat nyamuk bersarang di sekitarnya.
Memasang perangkap nyamuk
Cara ini memang bisa dikatakan efektif untuk mengusir nyamuk. Tapi sayangnya bukan hanya nyamuk yang ditangkap oleh perangkap, melainkan serangga lain yang sebenarnya memiliki manfaat. Di sisi lain, dalam dua penelitian dinyatakan jumlah nyamuk yang ditangkap oleh perangkap tidak terlalu signifikan.
Meletakkan kertas pewangi di saku
Beberapa orang mungkin ada yang meletakkan kertas pewangi di saku atau topi guna mengusir nyamuk. Sebenarnya kertas tersebut memang berhasil mengusir serangga tertentu tapi tidak untuk nyamuk.
Menyemprotkan obat anti nyamuk
Cara lain untuk menghindari gigitan nyamuk adalah menyemprotkan obat anti nyamuk. Obat tersebut biasanya mengandung DEET (diethyl-meta-toluamide), picaridin, dan minyak lemon eucalyptus (OLE) atau p-menthane-diol (PMD). Bahan-bahan itu sebenarnya tidak direkomendasikan karena bisa membawa efek negatif bagi kesehatan tubuh.
Nyamuk hanya menggigit di malam hari
Banyak anggapan yang muncul jika nyamuk hanya menggigit di malam hari sehingga perlindungan dioptimalkan pada waktu tersebut. Tapi nyatanya di siang hari pun nyamuk tetap ada. Hal itu membuktikan bahwa nyamuk bisa menggigit kapan saja.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.