Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Kebiasaan yang Sebabkan Perut Buncit, Stres Salah Satunya

Tiara Amalina , Jurnalis-Jum'at, 02 Februari 2018 |15:51 WIB
5 Kebiasaan yang Sebabkan Perut Buncit, Stres Salah Satunya
Penyebab perut buncit (Foto:Lifextoday)
A
A
A

Mereka diciptakan dengan menambahkan hidrogen ke lemak tak jenuh agar lebih stabil. Lemak trans sering digunakan untuk memperpanjang umur simpan makanan kemasan, seperti muffin, campuran roti dan kerupuk.Lemak trans telah terbukti menyebabkan peradangan . Hal ini dapat menyebabkan resistensi insulin , penyakit jantung dan berbagai penyakit lainnya. Ada juga beberapa penelitian hewan yang menunjukkan bahwa diet yang mengandung lemak trans dapat menyebabkan kelebihan lemak perut.

 BACA JUGA:

10 Cara Atasi Perut Buncit, Nomor 1 Paling Joss Hilangkan Lemak

Tidak aktif

Gaya hidup tak menetap adalah salah satu faktor risiko kesehatan yang paling buruk. Selama beberapa dekade terakhir, orang pada umumnya kurang aktif.

Hal ini mungkin berperan dalam meningkatnya tingkat obesitas, termasuk perut buncit. Sebuah survei besar dari tahun 1988-2010 di AS menemukan bahwa ada peningkatan yang signifikan dalam ketidakaktifan, berat badan dan ketebalan perut pada pria dan wanita. Studi observasional lainnya membandingkan wanita yang menonton TV lebih dari tiga jam per hari untuk mereka yang menonton kurang dari satu jam per hari. Kelompok yang menonton TV lebih banyak memiliki risiko dua kali lipat dari "obesitas perut parah" dibandingkan kelompok yang kurang menonton TV.

Satu studi juga menunjukkan bahwa ketidakaktifan berkontribusi dalam mengembalikan lemak perut setelah menurunkan berat badan. Dalam penelitian ini, periset melaporkan bahwa orang yang melakukan resistansi atau latihan aerobik selama 1 tahun setelah kehilangan berat badan mampu mencegah lemak perut kembali, sementara mereka yang tidak berolahraga memiliki peningkatan lemak perut 25-38%.

 

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement