Akan tetapi, menurut sumber yang Okezone rangkum, meskipun telah banyak peneliti yang datang ke Gunung Sadahurip, belum ada hasil atau penjelasan terkait dengan penelitian peninggalan sejarah di gunung. Peneliti juga kabarnya belum memiliki hasil penelitian mengenai dua lubang tanah yang menganga di puncak gunung.
Banyaknya peneliti yang melakukan penelitian di Gunung Sadahurip, membuat banyak pula hasil penelitian yang ditemui di lapangan. Seperti yang ditemukan oleh Komunitas Turangga Seta, mengatakan Gunung Sidahurip merupakan piramida. Sementara, menurut hasil temuan dari BPPT dan PVMBG, Gunung Sidahurip memiliki batuan piramida, yang tersusun atas tanah setebal 5 meter dan tertutup batuan.
Lebih lanjut, batuan yang menutup tersebut memiliki empat sisi dan empat sudut bujur sangkar layaknya bentuk piramida. Selain itu, ujung gunung juga lancip, sehingga hal tersebut lah yang membuat Gunung Sidahurip dijuluki gunung piramida.
BACA JUGA:
Keunikan Gunung Sadahurip pun tidak cukup sampai pada bentuk dan perlakuan warga yang mengkeramatkannya saja. Tapi, Gunung Sadahurip yang juga merupakan lokasi bercocok tanam ini tidak pernah longsor, padahal gunung tidak ditumbuhi pepohonan sebagai pencegah erosi dan longsor, sebab hanya digunakan sebagai lokasi bercocok tanam saja.
(Dinno Baskoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.