Baru di negara seperti Eropa saja yang sudah banyak menerapkan konsep bangunan ini untuk pengaplikasian rumahnya. “Di Indonesia sendiri yang sudah berkembang material bangunan yang dibuat dengan bahan utama expanded polystrene system atau EPS dan kawat baja yang sudah digalvanis agar tidak berkarat di setiap sisi dan juga dalamnya,” kata arsitek kelahiran Sumatera Barat ini.
EPS merupakan bahan sejenis sterofoam , hampir sama secara fisik namun berbeda dalam bahan pembuatannya. EPS dibuat dengan kepadatan yang lebih padat dan dengan zat aktif khusus sehingga EPS ini tidak menjalarkan api ketika dibakar.
“Biasanya material ini sering disebut sebagai panel bangunan dengan nama MPANEL. Fungsinya hampir sama dengan M-System, yaitu menggantikan material batu bata yang bisa dijadikan sebagai dinding, partisi, tangga, lantai, dan atap,” tutur Rizky.
BACA JUGA:
MPANEL sebegai material bangunan hanya berbentuk lembaran panel dengan lebar 1,2 m dan tinggi maksimal 9 m. Dengan lembaran panel yang sudah tersedia, maka proses pembangunan dapat lebih cepat dengan hanya mendirikan panel tersebut Kelebihan MPANEL yaitu tidak membutuhkan waktu yang lama seperti batu bata yang membutuhkan waktu lama untuk menyusun bata tersebut sampai berdiri tegak lurus.
(Dinno Baskoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.