Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Napak Tilas Sejarah Derbent, Kota Tertua di Rusia

Dewi Kania , Jurnalis-Selasa, 23 Januari 2018 |16:02 WIB
Napak Tilas Sejarah Derbent, Kota Tertua di Rusia
Kota Derbent (Foto: Amusingplanet)
A
A
A

RUSIA jadi salah satu destinasi wisata yang tertarik di dunia. Saat melancong kesana, coba datangi Derbent, kota tertua yang ada di negara tersebut.

Kota ini terletak di sebidang tanah sempit antara Laut Kaspia dan Pegunungan Kaukasus, tepatnya di ujung barat Eurasia. Ada kisah sejarah yang akan kembali lima ribu tahun, Derbent dikatakan sebagai kota tertua di Rusia. Kota ini juga merupakan kota paling selatan di Rusia, dan kota terpenting kedua di Dagestan.

 BACA JUGA:

2 Bocah Ini Rukiyah Boneka Barbie dengan Ayat Kursi, Netizen: ''Pucing Pala Barbie''!

Awalnya, ada pemukiman kecil perunggu di awal abad, yang terbesar di Eropa Timur. Kota Derbent memiliki struktur perkotaan yang unik. Karena letaknya di seberang garis pantai sempit dataran kurang dari tiga kilometer, yang juga melintasi pegunungan Kaukasus.

 

Posisi Derbent antara Laut Kaspia dan pegunungan Kaukasus sangat penting di seluruh wilayah Kaukasus. Posisi ini telah memungkinkan penguasa Derbent mengendalikan lalu lintas darat antara Steppe Eurasia dan Timur Tengah pada saat itu.

Kota ini digunakan oleh para pedagang untuk berlalu-lalang. Nama kota ini berasal dari kata Persia Darband yang berarti gerbang kosong.

Tentu, Kota Derbent sangat tertarik pada sejumlah kerajaan sepanjang sejarahnya. Kota ini secara historis, merupakan kota Iran denga pemukiman intensif pertama di awal tahun Masehi.

Nama modern kota ini mulai digunakan pada abad ke 6 Masehi, ketika kota ini didirikan kembali oleh dinasti Sassanid di Persia. Dinding batu kembar Derbent yang indah yang membentang dari pegunungan ke laut dibangun pada masa itu.

 

Dindingnya setinggi 12 meter dan lebar tiga meter, yang dipisahkan oleh 300 sampai 400 meter. Kota Derbent dibangun di antara dua dinding tersebut.

Pada tahun 654 M, Derbent berada di bawah tangan orang-orang Arab. Mereka menyebut Kota Bab al-Abwab atau Gerbang. Karena menandakan kepentingan strategisnya kota ini.

Zaman dulu, orang-orang Arab mengubah kota ini menjadi pusat administrasi yang penting. Lalu memperkenalkan Islam ke daerah tersebut.

 

Ada juga masjid tertua Derbent, Masjid Juma namanya. Selama abad ke-9, Derbent adalah kota terbesar di Kaukasus dengan populasi melebihi 50.000 orang.

Setelah orang-orang Arab, wilayah tersebut berada di bawah kuasa orang-orang Armenia. Mereka mendirikan sebuah kerajaan di sana yang berlangsung sampai invasi Mongol di awal abad ke-13.

Kota ini berpindah tangan berkali-kali selama beberapa abad berikutnya, berada di bawah pemerintahan keluarga Shirvanshah, yakni sebuah dinasti di Azerbaijan modern. Lalu ada orang-orang Iran dan Ottoman, dilansir Amusingplanet, Selasa (23/1/2018).

Pada abad ke-19, setelah berakhirnya Perang Rusia-Persia, Derbent bersama dengan sebagian besar Dagestan diserahkan ke Kekaisaran Rusia.

 

Hari ini, daya tarik Derbent adalah dinding pertahanan yang tersisa. Sebagian besar, wisatawan datang untuk napak tilas ke kota ini.

 BACA JUGA:

4 Cara Menghilangkan Bekas Jerawat, Wajah Mulus Lagi!

Nah, saat melancong ke Rusia, coba singgah sejenak ke kota ini. Anda bisa mengikuti paket trip yang dijual oleh agen perjalanan setempat agar mudah.

Sangat banyak aktivitas menarik yang bisa dilakukan di sana loh. Tertarik untuk datang?

(Dinno Baskoro)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement