Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Baru Jadian Jangan Terlalu Sering Pacaran, Ini Alasannya Menurut Pakar

Annisa Amalia Ikhsania , Jurnalis-Rabu, 17 Januari 2018 |10:09 WIB
Baru Jadian Jangan Terlalu Sering Pacaran, Ini Alasannya Menurut Pakar
Pasangan Kekasih (Foto: Independent)
A
A
A

"Sebagai seorang psikolog yang banyak menangani hubungan percintaan klien, aku bisa berbagi informasi bahwa salah satu faktor yang bisa merusak suatu hubungan adalah pertemuan awal yang cenderung terburu-buru atau terlalu sering," kata Seth.

"Ada beberapa pasangan yang menghabiskan setiap malam bersama di awal jadian, tapi ini bukan formula yang baik untuk hubungan percintaan pada jangka panjang," terangnya.

Lebih lanjut, Seth menjelaskan bahwa pasangan baru yang sepanjang waktu ingin berhubungan intim secara fisik dan seksual justru berisiko mengalami pergolakan emosi yang terlalu cepat.

"Bertemu satu sama lain terlalu sering di awal-awal pacaran malah membuat ilusi keintiman dan ketergantungan. Setiap orang tahu bahwa dibutuhkan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun untuk benar-benar mengenal seseorang," lanjut Seth.

Namun, Seth mengakui bahwa jika pasangan benar-benar ingin bertemu untuk tetap bersama, saling bertemu beberapa kali dalam sepekan seharusnya tidak menjadi masalah.

(Renny Sundayani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement