"Pasien diberikan obat anti difteri serum untuk mengikat racun. Lalu pemberian antibiotik dan memonitor apakah ada komplikasi. Setelahnya, dilengkapi vaksinasi," ujarnya.
Perlu diingat, penyakit difteri tidak sama seperti Mers COV, SARS atau ebola. Karena difteri penularan melalui percikan air liur saja.
"Difteri bentuk kuman besar tidak bisa menyebar merata lewat udara. Tapi akan menular jika kontak dekat paling tidak 1,5 meter. Misal pasien batuk atau bersin, pasti orang di sekitar mudah tertular," bebernya.
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.