Menurut Raihal Fajriah, di dalam Sumur Doa terdapat nama-nama korban pada tragedi tsunami 10 tahun silam. Nama-nama para korban terukir di dinding ruangan menjulang dengan penerangan remang-remang.
“Di dalam Sumur Doa itu terdapat nama-nama korban tsunami, yang sejauh ini tercatat baru 2.200 nama. Masih banyak orang yang ingin mencatumkan nama keluarganya yang menjadi korban di sini,” katanya.
Sementara itu, Raihal Fajriah menjelaskan, Sumur Doa memiliki tinggi cerobong kurang lebih 32 meter. Hal ini sama dengan tinggi gelombang tsunami di pesisir pantai Barat Aceh.
“Di atas cerobong itu terdapat lafadz Allah dalam bahasa Arab. Artinya, ada hubungan antara manusia dengan Allah, dan hubungan manusia dengan manusia,” tuturnya.
Lafadz Allah memang tampak menyala di atap cerobong beratap kaca itu, hingga membuat wisatawan yang melihatnya takjub dan terbawa suasana haru. Selain itu, suasana di Sumur Doa semakin khusyuk dengan lantunan ayat-ayat Alquran yang menggema di seisi ruangan.
Jembatan perdamaian