Terlebih lagi, menurut Raihal, sebelumnya Aceh dilanda konflik berkepanjangan. Ketika itu, juga banyak orang-orang meninggal, ditambah musibah tsunami, sehingga sesuai dengan filosofi Lorong Kebingungan.
Ketinggian dari Lorong Tsunami sendiri mencapai 22 meter. Menurut Raihal Fajriah ketinggian itu sama dengan tinggi gelombang tsunami yang menerjang Banda Aceh 10 tahun silam. Ketinggian 22 meter itu yang pertama kali datang dari laut, tetapi semakin jauh, gelombangnya semakin rendah karena terkena bangunan-bangunan dan terpecah.
Memorial Hall
Setelah melewati lorong kebingungan, pengunjung akan menemui Ruang Memorial Hall. Di Ruang Memorial Hall terdapat 26 monitor. Pada setiap monitor, Anda bisa menyaksikan kejadian-kejadian saat terjadinya Tragedi Tsunami 26 Desember 2004
Di Ruang Memorial Hall, suasana hening memang begitu terasa. Penerangan yang sengaja dibuat remang-remang agar pengunjung bisa mengenang tragedi tsunami 10 tahun lalu. Jumlah total monitor sebanyak 26 buah, disesuaikan dengan tanggal tragedi tsunami, yakni 26 Desember.
Sumur Doa
Setelah melewati Lorong Tsunami dan Memorial Hall yang ada di Museum Tsunami, wisatawan akan menemui sebuah ruangan berbentuk oval. Ruangannya memang tidak terlalu luas, tetapi cukup untuk memanjatkan doa kepada para korban tsunami.