Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Masih Berteman dengan Mantan Pacar Jadi Ciri Psikopat?

Annisa Amalia Ikhsania , Jurnalis-Sabtu, 23 Desember 2017 |22:30 WIB
Masih Berteman dengan Mantan Pacar Jadi Ciri Psikopat?
Ilustrasi (Foto: Independent)
A
A
A

KANDASNYA sebuah hubungan percintaan memang tak harus diakhiri dengan putusnya pertemanan. Buktinya tak sedikit mantan pasangan yang bisa menjalin komunikasi meski sudah menyatakan putus hubungan.

Sayang, penelitian terbaru tidak berpihak pada persahabatan antar dua orang yang sebelumnya menjalin hubungan sebagai pasangan kekasih. Pasalnya studi tersebut menyebutkan bahwa orang yang berteman dengan mantan diklaim memiliki tanda-tanda psikopat. Benarkah?

Sebuah riset yang dipublikasi dalam jurnal Personality and Individual Differences menyatakan hal demikian. Orang-orang yang masih berhubungan baik dengan mantan pacar memang bukan berarti benar-benar psikopat. Namun, beberapa dari mereka diklaim memiliki ciri-ciri kepribadian 'dark triad' atau 'tiga kepribadian gelap', yakni narsisme, psikopatis, dan Machiavellianisme (menipu atau tidak jujur).

Seorang umum psikopat dikenal karena kemampuan mereka untuk menggunakan pesona palsu. Karena inilah seringkali mereka mudah untuk melanjutkan hubungan dengan mantan kekasih, setelah hubungan sebenarnya berakhir, yang memungkinkan mereka merasa terus bisa menuai keuntungan.

Sebuah penelitian dilakukan oleh para peneliti di Universitas Oakland menganalisis ciri kepribadian dari 861 subyek, dan riwayat hubungan mereka. Subyek ditanyai tentang hubungan mereka saat ini dan juga apakah mereka berteman dengan mantan kekasih mereka. Kemudian, mereka diberi kuesioner untuk menentukan kualitas narsistik dan psikopat.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement