JADI hal yang lumrah dan wajib untuk dilakukan oleh sebuah pemerintah daerah jika memberikan himbauan atau pemberitahuan yang menyangkut tentang regulasi hukum daerah setempat, kepada para masyarakatnya. Contohnya regulasi mendirikan usaha bisnis, mendirikan bangunan, peraturan tata kota dan sebagainya.
Namun menjadi hal yang tidak biasa, jika yang diberitahukan oleh pemerintah daerah kepada para penduduknya ini adalah perihal soal porsi makanan. Tapi inilah yang dilakukan oleh dewan daerah Leicestershire belum lama ini.
BACA JUGA:
Seperti diwarta Metro, Rabu (20/12/2017) Leicestershire County Council belum lama ini memberitahukan kepada para penduduk setempat soal porsi mengonsumsi sprouts atau dengan kata lain kubis di Hari Natal.
Melalui cuitan di laman akun Twitter Leicestershire County Council, telah memiliki jumlah pengikut kurang lebih sebanyak 15.000 followers, dewan Leicestershire mengatakan kepada belasan ribu pengikutnya tersebut bahwa enam buah kubis sama dengan satu porsi.
Selain itu, dewan juga menghimbau para penduduk untuk tidak berlebihan dalam membeli kubis sehingga tidak menjadi produk makanan yang terbuang sia-sia.
"Don’t overbuy and they won’t go to waste. #Christmastip #wastefreexmas." tulis akun Twitter Leicestershire County Council pada Sabtu malam lalu.
Cuitan himbauan dewan ini sayangnya tidak diterima positif sepenuhnya oleh masyarakat setempat. Sebagian penduduk lokal menuduh sikap dari dewan ini, sudah seolah-olah seperti pengasuh. Sebagian masyarakat menilai, bahwa ketimbang memikirkan soal porsi hidangan kubis untuk dikonsumsi sejatinya dewan masih punya beberapa masalah darurat lainnya yang harus segera diselesaikan.
"Councils need to focus on collecting bins and fixing street lamps, not offering this mind boggling dull and irrelevant nanny state drivel (Dewan perlu fokus kepada masalah pengelolaan pengumpulan sampah dan memperbaiki lampu-lampu jalan. Bukannya malah menawarkan sesuatu omong kosong yang tidak relevan), " respon salah satu follower.
Tidak hanya itu, ada juga yang bertanya-tanya, apakah nantinya dewan setempat akan menetapkan hukuman bagi para penduduk yang tidak menjalankan hitungan porsi mengonsumsi kubis seperti sesuai dengan himbauan yang diberikan.
"Are you going to prosecute Leicestershire residents if they have seven or, heaven forbid, eight sprouts? Will there be a ‘Sprout Officer’ (circa 42k per annum)? (Apakah Anda akan menuntut penduduk Leicestershire jika ada yang mengonsumsi sprout tujuh atau delapan buah? Apakah nantinya akan ada petugas pengawas khusus sprout?," tulis seseorang bernama Natasha Rossiya.
Menanggapi respon dari masyarakat ini, juru bicara dewan Leicestershire mengungkapkan bahwa pihak yang berwenang pada dasarnya tidak sengaja ketika mengunggah pesan tersebut.
"Kami mengirimkan ribuat cuitan, termasuk di dalamnya soal pesan tentang food waste, dan terkadang kami keliru adanya," ungkap sang juru bicara dewan yang tidak dituliskan namanya tersebut.
BACA JUGA:
Disebutkan, cuitan ini sendiri mungkin hadir dengan adanya prediksi dari Asda yang memperkirakan sebanyak 1,5 juga kantung kubis British Brussels akan dijual pada pekan Hari Raya Natal ini, di mana jumlah ini diketahui meningkat sekitar 30% dari tahun 2016 lalu. Dengan sekitar 100 ton kubis diproduksi para petani setiap harinya dari senja hingga fajar demi memastikan kecambah-kubis ini hadir di setiap piring sajian hidangan perayaan Natal.
(Dinno Baskoro)