Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jangan Panik, Cegah Difteri dengan Imunisasi Ulang

Dewi Kania , Jurnalis-Rabu, 13 Desember 2017 |08:45 WIB
Jangan Panik, Cegah Difteri dengan Imunisasi Ulang
Ilustrasi (Foto: Stayhomemum)
A
A
A

Selain melakukan vaksinasi,ada langkah yang juga harus dilakukan masyarakat agar terhindari dari penyakit difteri. Nur Afiyah, salah satu dokter di Puskesmas Cipayung mengimbau masyarakat Indonesia untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Menerapkan perilaku PHBS ini sangat penting agar tubuh terlindungi dari kontaminasi bakteri penyakit. Pasalnya, tidak hanya balita yang dapat terjangkit wabah difteri, orang dewasa pun memiliki kemungkinan terkontaminasi bakteri Corynebacterium diphtheria, terutama bagi mereka yang tinggal di kawasan endemis (tempat terjadinya KLB).

Deteksi gejala difteri

Difteri adalah infeksi yang terjadi di hidung dan tenggorokan. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheria. Bakteri ini memengaruhi selaput lendir di saluran pernapasan karena menghasilkan toksin yang dapat merusak jaringan di daerah infeksi. Toksin akan menghasilkan membran berwarna abu-abu yang tersusun dari sel-sel mati, bakteri, dan zat lainnya. Apabila semakin membesar, membran itu dapat menghalangi sistem pernapasan.

Terdapat beberapa gejala yang mengindikasikan seseorang terkena difteri antara lain suhu tubuh mencapai 38°C, ada selaput putih keabu-abuan di tenggorokan, terasa nyeri untuk menelan, dan leher membengkak seperti leher sapi (bullineck). Selaput putih dan pembengkakan leher adalah gejala khas dari difteri. Sedangkan untuk suhu tubuh dan kesulitan menelan bisa juga terjadi pada orang yang terkena flu atau radang tenggorokan.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement