BACA JUGA:
Terkait dengan adanya kemungkinan pelarangan kebab di Uni Eropa ini, beberapa dari vendor penjual kebab menyebutkan bahwa Uni Eropa telah melakukan diskriminasi, lebih tepatnya "doner discrimination". Makanan kebab memang populer luas di Uni Eropa, khususnya Jerman yang awalnya dipopulerkan oleh imigran Turki di wilayah Berlin, salah satu pemilik toko menilai pelarangan ini akan menyakiti bisnis para orang Turki.
Resolusi pelarangan ini setidaknya akan berefek pada 200.000 pekerjaan, serta penjualan jutaan kebab per harinya akan dilarang sampai adanya keputusan akhir apakah pemakaian fosfat akan ditarik dari daging atau ada peraturan lain yang berubah. Diketahui lebih lanjut Parlemen Uni Eropa sendiri akan memutuskan pemungutan suara sekiranya di pekan ini.
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.