Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

25 Warga DKI Terjangkit Difteri, 2 Diantaranya Meninggal, Ini Reaksi Anies Baswedan

Dewi Kania , Jurnalis-Senin, 11 Desember 2017 |11:47 WIB
25 Warga DKI Terjangkit Difteri, 2 Diantaranya Meninggal, Ini Reaksi Anies Baswedan
A
A
A

JAKARTA – Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta tergolong kawasan suspect Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri. Penularannya banyak terjadi di wilayah daratan yang cukup mengkhawatirkan masyarakat.

Data laporan Dinas Kesehatan DKI Jakarta, sejak 2014-2017 terjadi peningkatan kasus difteri. Bahkan hingga menimbulkan kematian pasien karena dampaknya fatal. Ada peningkatan dari empat kasus di 2014 menjadi sembilan kasus pada 2015. Lalu, ada 17 kasus di 2016 dan 25 kasus 2017.

"Per hari ini ada 25 kasus dan kematian dua orang karena fatal," ujar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di SMA 33 Jakarta, Jakarta Barat, Senin (11/12/2017).

Kementerian Kesehatan menyatakan setidaknya sudah ada 11 provinsi yang melaporkan KLB akibat difteri di sejumlah kabupaten/kota pada kurun waktu Oktober-November 2017. Yaitu, Sumatera Barat, Jawa Tengah, Aceh, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Riau, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

Difteri sendiri merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphteriae dan dapat menyebabkan kematian terutama pada anak-anak. Difteri memiliki masa inkubasi dua hari hingga lima hari dan akan menular selama dua minggu hingga empat minggu. Penyakit itu sangat menular dan dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani secara cepat.

Anies menjelaskan, tren penularan difteri di wilayahnya terjadi di daerah daratan. Inilah yang harus menjadi perhatian masyarakat karena penyakit ini gampang menular.

Beruntung di wilayah kepulauan belum terjadi kasus difteri ini. Kendati demikian, pemerintah tetap melindungi masyarakat di sana agar penyakit ini tidak menyebar. "Dari temuan difteri ditemukan di daratan Jakarta, kepulauan tidak ada dan mudah-mudahan tak muncul nanti," bebernya.

Dalam pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) di DKI Jakarta ditargetkan sekira 1,2 juta anak yang diberikan imunisasi. Vaksinnya diberikan gratis dan terdapat di beberapa fasilitas kesehatan.

Bahkan, Anies akan memfasilitasi ORI di beberapa mal untuk memudahkan masyarakat. Pemerintah benar-benar cepat tanggap demi melindungi masyarakat dari meluasnya wabah difteri.

(Bayi diimunisasi difteri/Foto: Antara)

"Vaksin kita berikan cuma-cuma kepada masyarakat dan bisa didapatkan di puskesmas, rumah sakit dan nanti ada di mal kita siapkan," katanya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement