Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Waspada, Difteri Telah Merenggut Korban Jiwa

Waspada, Difteri Telah Merenggut Korban Jiwa
Ilustrasi.
A
A
A

Difteri di Bekasi, Jawa Barat

Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Jawa Barat, mencatat sebanyak 12 warganya terdiagnosa mengalami penyakit mematikan difteri atau gangguan selaput lendir di bagian hidung dan tenggorokan.

"Pasien tersebut kita deteksi pada kurun waktu Januari hingga pekan pertama Desember 2017," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bekasi Dezi Syukrawati.

Menurut dia, penyakit ini bisa mengakibatkan kematian karena berpotensi menganggu saluran pernafasan serta pencernaan pasiennya. Gejala penyakit yang rutin terjadi adalah demam tinggi, hilangnya nafsu makan dan hidung kerap mengeluarkan lendir. "Penyakit ini menyerang selaput lendir pada bagian hidung dan tenggorokan yang disebabkan oleh kuman," katanya.

Dezi mengatakan, pasien yang terserang penyakit itu terdiri atas empat orang berusia dewasa dan delapan sisanya adalah anak-anak.

Meski begitu, dia memastikan seluruh pasien tersebut tidak ada yang sampai meninggal dunia sebab semua pasien yang didiagnosa penyakit ini langsung mendapat pelayanan kesehatan. "Sejauh ini semua pasien sudah sembuh karena langsung mendapatkan perawatan dari petugas kesehatan," katanya.

Dia mengatakan, ada banyak faktor yang memicu terjadinya penyakit ini, salah satunya adalah karena lemahnya daya tahan tubuh.

(Baca Juga: 22 Orang Terjangkit Difteri, Dinkes DKI Minta Warga Waspada)

Sementara untuk anak-anak, kata dia, karena belum mendapat vaksin dasar yakni difteri, pertusis dan tetanus (DPT) dari tingkat I hingga III.

"Menurut dia, bayi yang baru lahir pada umumnya menjalani vaksinasi DPT I hingga III secara bertahap untuk memberikan daya tahan tubuh terhadap penyakit ini. "Kita sering mengimbau kepada orang tua agar anaknya yang baru lahir segera divaksin DPT karena sangat penting untuk kekebalan tubuh," katanya.

Penyakit ini bisa menular lewat udara dan lender seperti air liur dan bisa mengakibatkan kematian bila terlambat memberikan penanganan medis.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement