MULAI sekarang, Anda jangan pernah malas menyikat gigi! Kebiasaan setiap hari ini ternyata membawa faedah pada kehidupan Anda.
Belum lama ini, penelitian di Amerika Serikat menjelaskan bahwa menyikat gigi bisa mengurangi risiko terkena kanker tenggorokan. Penurunan risiko itu pun sampai dengan seperlima persen dari risiko yang ada di tubuh manusia.
Lebih jelas lagi, masalah gusi yang mungkin terjadi akibat Anda tidak rutin menggosok gigi, memperlihatkan fakta bahwa masalah tersebut malah meningkatkan 21 persen risiko kanker tenggorokan!
Dilansir dari Daily Mail, Selasa (5/12/2017), tidak jelas apakah itu bakteri atau penyakit gusi yang mengarah ke tumor tenggorokan. Namun, yang perlu digarisbawahi di sini adalah tidak rutinnya Anda membersihkan gigi berdampak buruk pada kesehatan tubuh!
Periset berpendapat temuan mereka menyoroti pentingnya kebersihan mulut yang baik, termasuk menyikat gigi dua kali sehari dan kunjungan dokter gigi reguler, untuk menjaga kesehatan gigi, serta menghindari komplikasi kesehatan lainnya.
Perlu Anda ketahui, menurut beberapa referensi, kanker tenggorokan adalah yang penyakit kedelapan yang paling umum terjadi dari kelompok penyakit kanker yang ada. Penyakit ini juga menjadi penyebab kematian keenam di seluruh dunia.
Namun karena sel kanker sering tidak ditemukan sampai akhirnya sel tersebut mencapai stadium lanjut, tingkat ketahanan hidup penderita sampai lima tahun berkisar antara 15 sampai 25 persen.
Periset dari New York University menganalisis sampel dari 122.000 orang yang tidak rutin membersihkan mulut mereka meningkatkan kanker tenggorokan. Koresponden yang ikut serta adalah mereka yang sudan lebih dari 10 tahun usianya. Temuan tersebut dipublikasikan di jurnal Cancer Research.
Sementara itu, hasil penelitian ini menyoroti pentingnya kebersihan mulut. Hasil mengungkap bakteri tertentu yang terkait dengan penyakit gusi meningkatkan risiko kanker tenggorokan hingga 21 persen.
Namun, strain bakteri lainnya menurunkan kemungkinan seseorang terkena kanker dari asumsi makanan. Tidak jelas apakah bakteri atau penyakit gusi tertentu menimbulkan risiko kanker pada orang.
Penulis utama Profesor Jiyoung Ahn mengatakan, studinya menunjukkan bahwa mempelajari lebih lanjut tentang peran mikrobiota oral berpotensi menyebabkan strategi mencegah kanker kerongkongan atau setidaknya mengidentifikasinya pada tahap awal.
"Kanker esofagus adalah kanker yang sangat fatal dan para pasien membutuhkan kesempatan yang mendesak untuk pencegahan, stratifikasi risiko, dan deteksi dini," terangnya.
Profesor Ahn menambahkan, temuan tersebut mengkonfirmasi perlunya kesehatan mulut yang baik untuk melindungi diri dari penyakit gusi dan komplikasi kesehatan lainnya.
Penelitian sebelumnya telah menghubungkan penyakit gusi yang disebabkan oleh bakteri mulut tertentu ke beberapa jenis kanker, termasuk kanker mulut, kepala, dan leher.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.