BACA JUGA:
Menilik Jati Denok, Pohon Jati Tertua dan Terbesar di Indonesia
Sementara, seorang peneliti konservasi primata di Universitas Oxford Brookes di Inggris, yaitu Anna Nekaris, Ph.D, mengatakan ada efek negatif media sosial terkait dengan perdagangan hewan ilegal, dan dirinya menyambut baik kesadaran yang telah dilakukan ini.
"Saya harus mengatakan ini adalah berita yang menakjubkan, dan saya berharap ini meluas ke seluruh publik," ucapnya.
Langkah yang diambil instagram ini mungkin hanyalah langkah kecil dari banyaknya masalah mengenai satwa liar. Namun, jika terus disinergikan dengan seluruh publik, terutama para traveler yang kerap kali mengunggah foto di instagram, bukan sebuah ketidakmungkinan kita semua bisa mengurangi angka perdagangan satwa ilegal, eksploitasi berlebihan, dan dapat lebih melestarikan satwa karena tidak menjadikannya objek foto atau hiburan semata.
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.