Konon, ceritanya dulu Jati Denok pernah dijadikan tempat mandi Putri Jonggrang Prayungan. Kemudian, tempat mandi tersebut diinjak oleh seorang pangeran, dan bekas injakan tersebut jadi menggelembung, seperti itulah nama Jati Denok berasal.
Kemudian, Jati Denok oleh masyarakat setempat dijadikan situs budaya, serta sering dijadikan lokasi ritual oleh masyarakat setempat.
(Baca Juga: Jatuh Cinta dengan Keindahan Lantai Kayu? Pilih Jenisnya yang Awet hingga 50 Tahun)
Wisatawan yang datang berkunjung biasanya juga menjadikan Jati Denok sebagai lokasi untuk berfoto-foto, mereka mengagumi Jati Denok dengan mengabadikan momen ketika berada di sana.