Kumis pun dibuat selayaknya pria dalam Festival Benidorm Fiesta, yang mana bagian ujungnya panjang dan melingkar. Untuk jenggot dagunya dibuat sederhana seperti garis lurus di tengah dagu.
Pada awalnya, penampilan Arran memang berubah. Wajah khasnya semakin tegas dengan penambahan kumis seperti itu. Layaknya pria di tahun 40-an. Tapi, setelah beberapa waktu, keadaan berubah jadi buruk! Arran mengalami reaksi alergi yang intens terhadap tinta henna dan itu membuatnya memiliki bekas luka permanen.
Menurut Adam Lewis, anggota lain dari kelompok berpesta Inggris, mendapat tato yang sama dengan Arran, tapi sementara tatonya memudar dalam beberapa hari, Arran jauh lebih bermasalah.
Dia merasakan rasa sakit yang luar biasa yang dialaminya, wajahnya membengkak dan mulai mengelupas dan membekas seperti luka parah.
Selidik punya selidik, ternyata henna yang digunakan pada Arran adalah varietas ilegal yang disebut henna hitam, yang berisi PPD kimia. Henna ini memang bisa menyebabkan reaksi alergi yang parah dan akhirnya membawanya ke perawatan intensif, dengan salah satu akibatnya adalah bekas luka permanen.