Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Meski Diguyur Hujan, Puncak Sail Sabang 2017 Berlangsung Meriah

Zuhri Noviandi , Jurnalis-Sabtu, 02 Desember 2017 |14:44 WIB
Meski Diguyur Hujan, Puncak Sail Sabang 2017 Berlangsung Meriah
A
A
A

Selain itu, katanya, melihat keindahan laut dimiliki Sabang maka pemerintah harus banyak inisiatif untuk mendatangkan investor atau suatu kegiatan yang baik. JK menceritakan dulunya Sabang menjadi kawasan daerah banyak persinggahan kapal-kapal yang melintasi lautan Hindia namun sekarang sudah tidak ada lagi.

Dulu banyak kapal pengangkut penumpang ke Eropa singgah ke Sabang untuk mengambil logistik tapi sekarang sudah jarang. "Jadi artinya kita harus merubah cara pola pikir sesuai perkembangan teknologi yang ada di dunia ini khususnya di bidang maritim," kata JK

Sebut JK, dengan kehadiran Sail Sabang 2017 membuktikan bahwa sektor pariwisata atau tourism merupakan suatu penggerak ekonomi sangat besar. "Sabang mungkin sangat penting selain mempunyai keindahan alam dan juga kekayaan maritim serta fasilitas yang ada tentu akan memberikan insentif untuk meningkatkan sektor ekonomi."

(Baca Juga: Jalan-Jalan ke Sabang Enggak Harus Mahal Kok, Ini Rinciannya!)

Disamping itu, JK menyarankan, sebagai daerah yang memiliki otonomi khusus maka Aceh harus dihargai dengan memberikan peluang bagi pemerintah setempat untuk mengelola sendiri perekonomiannya.

Usai membuka Sail Sabang JK turut mengunjungi Kapal Perang KRI Bima Suci bersama didampingi Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Pandjaitan, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Selain itu, pantauan Okezone, di tengah guyuran hujan sebanyak 350 penari turut menampilkan tarian kolosal menceritakan tentang Laksamana Keumalahayati.

Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Pandjaitan, menyampaikan Sail Sabang ke-9 ini fokus pada pengembangan destinasi wisata. "Ini yang membedakan dari pada Sail sebelumnya yang fokus kepada infrastruktur," ucapnya.

Ia menyampaikan, Sail Sabang diikuti oleh 13 kapal perang, satu kapal penelitian "Baruna Jaya" milik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) serta pengunjung yang hadir mencapai 23.000 wisatawan baik asing maupun lokal.

Sejumlah acara Sail Sabang dimulai sejak 28 November 2017 lalu, menyajikan karnaval seni, pameran bahari, kompetisi nyelam bebas, sepeda santai, lomba blog, bakti sosial, jambore Iptek dan seminar, wonderful Sabang & Maring Expo, Kuliner Khas Aceh, serta beberapa kegiatan lainnya.

(Muhammad Saifullah )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement