HUBUNGAN seks sembarangan alias gonta-ganti pasangan kerap berisiko infeksi menular seksual. Jangan abaikan hal itu, karena akhirnya dapat memicu penyakit HIV.
Saat ini risiko penularan HIV banyak dipicu oleh banyak hal yang tak disadari masyarakat. Apalagi bagi seorang pasangan suami istri, rentan menderita infeksi menular seksual kalau tidak "main aman".
Karena seseorang yang mengidap infeksi menular seksual, sekira 3-5 kali berisiko tinggi idap HIV. Apalagi kalau penyakit tersebut tidak diobati dengan tepat.
"Penderita infeksi menular seksual banyak di Indonesia, paling sering sifilis pada laki-laki dan jamur. Kalau tidak diobati, awas picu HIV," ujar Direktur Pencegahan Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan RI dr Wiendra Waworuntu MKes saat Press Conference Hari AIDS Sedunia 2017 bersama DKT Indonesia di Senayan, Jakarta, Senin (27/11/2017).
Dr. Wiendra mengatakan, sebagai proteksi dari penyakit infeksi menular seksual, setiap pasangan harus menjaga diri agar tidak tertular. Selalu diingatkan agar berhubungan seks dengan menggunakan kontrasepsi kondom supaya efektif.
Sayangnya, kesadaran masyarakat akan hal ini tergolong rendah. Apalagi bagi kalangan laki-laki dan pekerja seks komersial, ujung-ujungnya kena HIV karena perbuatannya.
Untuk mencegah HIV, ada tiga upaya yang digembor-gemborkan pemerintah. Dalam capaiannya harus tidak ada lagi kasus penyakit baru, tidak ada lagi yang meninggal karena HIV/AIDS dan stigma terhadap pasien.
"Kami imbau sekali kepada masyarakat membantu mewujudkan capaian itu di tahun 2030. Semua harus sadar dan mengecek positifnya HIV atau tidak pada dirinya sendiri," pungkasnya.
(Ade Indra Kusuma)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.