Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cegah Malnutrisi pada Bayi, Ibu Hamil Wajib Konsumsi Albumin

Tiara Putri , Jurnalis-Rabu, 22 November 2017 |14:48 WIB
Cegah Malnutrisi pada Bayi, Ibu Hamil Wajib Konsumsi Albumin
Ilustrasi (Foto: Sheknows)
A
A
A

SELAMA kehamilan, perempuan disarankan untuk memerhatikan asupan makanannya. Sebab makanan yang dikonsumsi haruslah memenuhi kebutuhan makronutrien dan mikronutrien tubuh. Nutrisi itu diperlukan agar janin dapat bertumbuh dan berkembang dengan sempurna.

Salah satu makronutrien yang dibutuhkan saat kehamilan adalah protein. Jika seorang ibu hamil tingkat proteinnya rendah, bisa jadi dirinya mengalami malnutrisi. Kondisi ini jelas tidak baik untuk bayi yang ada di dalam kandungan karena dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangannya.

Mengutip dari berbagai sumber, Rabu (22/11/2017), protein dapat memperbaiki jaringan otot dan sel darah merah karena mengangkut nutrisi dan oksigen. Selain itu protein dapat mengendalikan penggumpalan darah terutama di rahim dan plasenta yang rentan terjadi pada ibu hamil. Di dalam darah ada protein yang terkandung yaitu albumin. Albumin menyumbang sekira 60% pada protein plasma di tubuh.

Kadar normal albumin dalam darah adalah 3,4 – 5,4 g/dL. Fungsi utama albumin dalam darah adalah membawa asam lemak, hormon tiroid, dan steroid. Albumin juga berfungsi sebagai pengikat obat. Kekurangan albumin pada ibu hamil mengindikasikan masalah yang dideritanya.

Seorang ibu hamil yang mengalami kekurangan albumin atau hipoalbumin bisa jadi menderita penyakit hipotiroidisme, ginjal, luka bakar, kehilangan protein enteropati, polidipsia, hati, saluran cerna, infeksi, dan diabetes mellitus. Tak hanya itu, kekurangan albumin dapat membuat tubuh ibu hamil menjadi bengkak, lemas, lelah, dan berpikir lambat.

Bayi yang dikandung oleh ibu yang kekurangan albumin dapat mengalami malnutrisi ketika lahir. Padahal periode 1000 hari pertama kehidupan pada bayi memengaruhi kehidupannya kelak. Periode itu dimulai ketika bayi berada di dalam kandungan hingga usianya mencapai 2 tahun. Maka tak heran jika dalam pemeriksaan kehamilan, dokter seringkali memeriksa kadar protein ibu hamil guna mencegah hal-hal yang tak diinginkan.

Agar tubuh mendapatkan kecukupan protein terutama albumin, ibu hamil dapat mengonsumsi ikan gabus, telur, kacang-kacangan, ikan, daging, dan susu. Makanan-makanan itu mengandung protein tinggi yang dapat membantu ibu hamil mencukupi kebutuhan proteinnya.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement