Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penggumpalan Darah Mengancam Nyawa, 8 Orang Ini Punya Resiko Lebih Besar Bumil Harus Waspada

Tiara Putri , Jurnalis-Selasa, 21 November 2017 |16:17 WIB
Penggumpalan Darah Mengancam Nyawa, 8 Orang Ini Punya Resiko Lebih Besar <i>Bumil</i> Harus Waspada
Ibu hamil harus waspadai penggumpalan darah (Foto:Slendertone)
A
A
A

PENGGUMPALAN darah terkadang bisa menjadi sesuatu yang mengancam nyawa. Terlebih bila darah menggumpal di tempat yang tidak seharusnya dan menyumbat pembuluh darah. Sebut saja penggumpalan darah di otak yang menyebabkan stroke, penggumpalan darah di jantung yang dapat menyebabkan serangan jantung, serta penggumpalan darah di kaki yang menghalangi aliran darah menuju paru-paru.

Penggumpalan darah memang dapat terjadi pada siapa saja. Akan tetapi, pada beberapa orang hal ini akan lebih mungkin terjadi. Melansir Fox News, Selasa (21/11/2017), berikut kategori orang yang rentan mengalami penggumpalan darah;

BACA JUGA:

VIRAL! Ekspresinya Itu Lho. Netizen Dibikin Ngakak Aksi Bocah dengan Toples Air

Orang yang kelebihan berat badan

Pada orang yang kelebihan berat badan, gumpalan darah lebih mudah terbentuk saat darah melewati tromboemboli vena atau VTE. Dan seberapa jauh Anda dari berat badan yang sehat juga bisa membuat perbedaan dalam gumpalan bekal Anda. Risiko akan semakin bertambah tinggi apabila berat badan semakin jauh dari berat badan ideal. Selain itu, pada orang yang kelebihan berat badan biasanya mereka malas bergerak dalam jangka waktu lama sehingga berada dalam zona bahaya gumpalan darah.

Perokok

Rokok bukan hanya membahayakan paru-paru, melainkan juga meningkatkan risiko penggumpalan darah. Rokok dapat merusak lapisan pembuluh darah dan membuat darah lebih cenderung menempel. Hal inilah yang dapat menyebabkan penyakit jantung dan penyakit arteri perifer serta peningkatan risiko VTE.

Ibu hamil (Bumil)

Hormon tambahan selama hamil terutama estrogen dapat meningkatkan risiko penggumpalan darah. Selain itu, semakin besar janin yang dikandung, semakin tinggi risiko penggumpalan darah terjadi. Hal itu lantaran janin menekan pembuluh darah di perut dan panggul sehingga menghalangi aliran darah secara langsung.

Konsumsi pil KB

Mengonsumsi pil KB membuat risiko tiga atau bahkan empat kali lebih tinggi untuk penggumpalan darah.

Orang dengan infeksi atau penyakit inflamasi

Orang yang memiliki infeksi atau penyakit serius harus waspada terhadap gejala penggumpalan darah yang tidak normal. Pada penyakit kanker tertentu, gumpalan darah bisa menjadi awal diagnosis. Penyakit lain yang memungkinkan terjadinya gumpalan darah adalah diabetes, HIV, atau penyakit radang usus seperti penyakit Crohn atau kolitis.

BACA JUGA:

Punya Rasa Hambar dan Mengerikan, Makanan-Makanan Ini Justru Jadi Tren!

Tidak bergerak dalam waktu lama

Terlalu lama berbaring dan duduk di angkutan umum selama lebih dari empat jam dapat meningkatkan risiko penggumpalan darah. Terlebih bila tidak mengonsumsi air dalam jumlah cukup.

Faktor keturunan

Penggumpalan darah bisa juga terjadi karena faktor genetika. Kelainan bawaan dari orangtua membuat darah lebih tebal dan cenderung menggumpal.

Pernah mengalami penggumpalan darah sebelumnya

Sepertiga orang yang pernah mengalami penggumpalan darah akan mengalaminya kembali dalam waktu 10 tahun. Penyebabnya karena gumpalan terjadi di katup vena sehingga gumpalan yang terjadi semakin banyak.

(Santi Andriani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement