Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Simak 6 Fakta Kotoran Telinga, Salah Satunya Bisa Deteksi Dini Penyakit!

Dewi Kania , Jurnalis-Senin, 20 November 2017 |15:11 WIB
Simak 6 Fakta Kotoran Telinga, Salah Satunya Bisa Deteksi Dini Penyakit!
Kotoran telinga tidak selalu buruk (Foto:Thehealthsite)
A
A
A

Jenis kotoran telinga terkait dengan gen

Telah ditemukan bahwa perubahan kecil pada gen yang dikenal sebagai ABCC11, terkait dengan produksi bau ketiak. Seseorang bisa memiliki kotoran telinga basah atau kering.

Etnis yang berbeda memiliki jenis kotoran telinga yang berbeda

 

Seseorang dari Asia Timur, misalnya, Cina, Korea dan Jepang dan keturunan asli Amerika memiliki gen ABCC11. Adapun kotoran jenis telinganya yakni kotoran kering. Tapi biasanya menghasilkan lilin telinga tipe basah dan bau berlebihan.

BACA JUGA:

Rela Dipacari Sugar Daddy yang Penting Perempuan Muda Ini Bisa Oplas Mirip Barbie

Kotoran telinga pada orang Kaukasia memiliki bau lebih tajam daripada di Asia Timur.

Untuk mengeksplorasi apakah kotoran telinga memiliki bau khas, para peneliti mengumpulkan kotoran dari 16 pria sehat, 8 orang Kaukasia dan 8 orang keturunan Asia Timur. Masing-masing sampel dimasukkan ke dalam botol yang dipanaskan dengan hati-hati selama 30 menit. Hasilnya, senyawa organik yang diturunkan dari etnis Kaukasia punya bau yang khas daripada Asia Timur.

Kotoran telinga bisa membantu mendiagnosis penyakit tertentu.

Setidaknya ada dua penyakit metabolisme penghasil bau yang diidentifikasi dari kotoran telinga. Selain dari analisis darah dan urin, kotoran telinga bisa membantu deteksi penyakit. Karenanya, jangan abaikan kotoran telinga Anda supaya bisa membantu mengindikasi penyakit yang Anda derita.

(Santi Andriani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement