Tapi, ada hal yang keliru terjadi dimalam itu. ternyata udara kota Chaiyaphum saat malam hari terbialng dingin. Penurunan suhunya pun bisa dikatakan drastis. Dan yang tidak disadari Boonkuan lainnya adalah bahwa tubuhnya tidak memiliki kemampuan penyesuaian diri yang baik dengan perubahan udara drastis.
Alhasil, saat 3 kipas angin itu bekerja dan mendinginkan kamar tidurnya yang mana suhu di luar rumah sedang dingin, tubuhnya pun menggigil dan dia tidak mampu mengendalikan itu semua. Sampai akhirnya muncul kabar duka esok harinya. Ya, Boonkuan diketahui tidak lagi bernapas di tempat tidurnya di depan 3 kipas angin yang masih berputar kencang.
Dijelaskan saksi, tubuh Boonkuan sangat dingin. Bahkan, badannya kaku seperti es. Mengetahui hal tersebut, saksi yang tidak diketahui inisialnya itu langsung memanggil polisi dan ambulans. Letnan Kolonel Thanasit Apiboonworaset dari polisi Muang Chaiyaphum tiba di tempat kejadian pukul 8.30 pagi bersama dengan seorang koroner.
Setelah memeriksa tubuh korban dan menginterogasi anggota keluarganya, pemeriksa medis menyimpulkan bahwa Boonkuan meninggal karena hipotermia!
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.