Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Awas, Makan Terburu-buru Bisa Tingkatkan Risiko Terkena Diabetes dan Penyakit Jantung!

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Selasa, 14 November 2017 |11:38 WIB
Awas, Makan Terburu-buru Bisa Tingkatkan Risiko Terkena Diabetes dan Penyakit Jantung!
Ilustrasi (Foto: Dailymail)
A
A
A

BANYAK dari Anda mungkin yang masih ragu pada pernyataan, "makan cepat itu tidak baik untuk kesehatan". Tetapi, sekarang, Anda harus yakin kalau pernyataan tersebut benar adanya!

Pasalnya, menurut penelitian baru-baru ini, terungkap bahwa makan dengan durasi cepat atau terburu-buru bisa meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.

Alasan yang sangat logis untuk menjabarkan fakta ini ialah pada saat Anda makan sangat cepat, itu berarti Anda tidak memberi waktu kepada tubuh untuk mengolah semua sumber makanan secara utuh. Sedangkan, mereka yang makan perlahan berarti menikmati setiap suap dan meluangkan waktu untuk tubuh mengolah makanan lebih baik dan tentunya itu berdampak pada kesehatan secara keseluruhan.

Dilansir dari Daily Mail, Selasa (14/11/2017), penelitian tersebut melibatkan 1.000 orang setengah baya. Pada penelitian ini, peneliti menemukan bahwa mereka yang makan dengan cepat berjumlah 5 kali lebih banyak daripada mereka yang makan dengan lambat.

Dr Takayuki Yamaji, seorang ahli jantung di Universitas Hiroshima di Jepang, mengatakan makan lebih lambat mungkin merupakan perubahan gaya hidup yang penting untuk membantu mencegah sindrom metabolik seperti serangan jantung, diabetes, atau obesitas.

Lebih lanjut, selama lima tahun masa studi, periset menemukan 11,6 persen pemakan cepat mengembangkan sindrom ini. Fakta ini pun menunjukan hanya 6,5 persen dari mereka yang makan dengan kecepatan normal dan ada 2,3 persen dari mereka yang makan perlahan.

Kecepatan makan lebih cepat dikaitkan dengan kenaikan berat badan, glukosa darah tinggi, dan lingkar pinggang yang meluas.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement