MUNGKIN Anda pernah mendengar museum yang khusus menyimpan barang pemberian dari mantan kekasih. Namun pernahkah Anda mendengar pasar yang menjual barang-barang pemberian mantan?
Ya, pasar ini nyata adanya di Hanoi, Vietnam. Alih-alih membuang atau mengembalikan barang dari mantan yang kemungkinan tak akan digunakan kembali, seorang pengusaha muda di Vietnam bernama Dinh Thang memiliki solusi kreatif untuk orang-orang yang patah hati tersebut.
Ia justru memasukkan barang-barang tersebut ke dalam daftar dagangan dan memberi label harga. Kemudian pada Februari 2017 Thang mendirikan Old Flames Market, di mana orang-orang yang patah hati dapat berkumpul dan menjual barang-barang sisa hubungan mereka yang gagal kepada para pelanggan yang penasaran.
BACA JUGA:
"Pameran ini hanyalah satu dari banyak gagasan keren yang teman-teman saya dan saya dapatkan setelah mengobrol tentang mantan pacar, pacar, dan banyak hal," ujar Thang kepada Vietnam News yang dikutip dari Odditycentral, Kamis (9/11/2017).
Thang mengaku setelah ia dan teman-temannya berpisah dengan kekasih masing-masing, ada banyak benda yang ditinggalkan di rumahnya. Mereka tidak ingin melihat barang-barang tersebut lagi karena hanya akan mengingatkan pada kenangan yang tak bahagia meski barang-barang tersebut masih dalam keadaan yang bagus.
"Ini akan membahayakan lingkungan jika kami membuangnya. Lalu, kami pikir kami harus melakukan pertukaran dengan orang lain, jadi benda itu akan menemukan pemilik baru. Mereka bisa membeli benda baru yang bagus dan kita melindungi lingkungan. Ini win-win (solution)," jelas Thang.
Setelah Thang dan teman-temannya menjual barang pemberian mantan, mulai banyak orang bergabung yang ingin menjual kenang-kenangan dari mantan. Orang-orang yang ingin menjual barang dari mantan tersebut harus membayar 30% dari keuntungan mereka kepada penyelenggara. Sehingga ini menjadi bisnis yang menguntungkan bagi Thang dan kawan-kawan.
Namun tidak mudah untuk bergabung dengan Old Flames Market. Karena penjualnya harus bergabung dalam grup Facebook dan berbagi cerita di balik barang-barang yang ingin dijual. Prioritas diberikan kepada mereka yang memposting cerita paling awal.
BACA JUGA:
"Saya datang ke sini untuk bersenang-senang, dan untuk berbagi kenangan cinta saya, bukan untuk keuntungan. Saya rasa harus menyumbangkan sesuatu untuk memberi semangat dari pangeran ini," ujar salah satu penjual.
"Saya merasa ide ini menginspirasi. Karena barang-barang tersebut adalah barang lama, dan kami tidak membutuhkannya. Kamu menjual untuk tujuan yang lebih baik, untuk orang-orang yang benar-benar membutuhkannya, dan kami bahkan memberikan semuanya secara gratis," ujar penjual yang lainnya.
Beberapa jenis barang pemberian mantan yang dijual di pasar ini adalah buku, syal, surat cinta, diary, hingga pakaian. Bagaimana, Anda berniat menjual barang-barang pemberian mantan juga?
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.