Legenda lain mengatakan bahwa pada awal 1300-an, bukit tersebut berfungsi sebagai platform untuk sebuah kastil kayu yang diawaki oleh raja-raja pagan Samogitia, yang pernah menjadi negara bagian di bekas Grand Duchy of Lithuania.
Pada 1348, benteng tersebut hancur oleh Order of the Brothers of Sword, ksatria-biarawan dari Jerman yang bertugas di Christianisation of Livonia (sekarang Latvia dan Estonia).
Banyak yang percaya bahwa orang Samogitia yang selamat dari pertempuran itu menumpuk mayat-mayat rekan mereka yang terbunuh dan menguburnya secara massal, sehingga membentuk gundukan tersebut. Seperti para biarawan, jiwa para pejuang pagan disebut masih menghantui bukit di malam hari.