Jauh sebelum segelas bir disajikan di atas meja kayu, Ear Inn adalah rumah bagi James Brown, seorang pejuang yang bertempur dalam Perang Revolusi. Ia memutuskan pindah ke sebuah bangunan batu bata kecil di tepi Sungai Hudson, Manhattan, pada tahun 1817.
Beberapa tahun kemudian, Thomas Cloake membeli gedung itu dan membuka bar di lantai dasar. Ia melayani para pelaut dan pekerja yang bekerja di dermaga terdekat. Setelah terjadi pelarangan, bar milik Thomas terpaksa harus diubah menjadi sebuah restoran dan berganti nama menjadi The Green Door. Sampai pada tahun 1977, tempat tersebut kembali ke nama aslinya menjadi Ear Inn. Pada tahun inilah kejadian-kejadian janggal mulai terjadi dan mengganggu para pengunjung. Mereka sering mendengar suara dan penampakan misterius di malam hari.
Setelah ditelusuri, diketahui bahwa ada beberapa pelaut yang memiliki masa lalu kelam. Para pelaut tersebut ternyata pernah menenggelamkan beberapa orang ke dalam sungai, dan arwah sang korban pun mulai bergentayangan di tempat mereka beristirahat. Namun ada pula yang menganggap bahwa hantu-hantu itu adalah pelanggan lama Ear Inn, yang ingin memuaskan dahaga mereka sebelum pergi ke alam baka.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.