Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kebanyakan Makan Gula, Garam dan Lemak Rawan Kena Penyakit Kardiovaskular

Dewi Kania , Jurnalis-Senin, 30 Oktober 2017 |19:27 WIB
Kebanyakan Makan Gula, Garam dan Lemak Rawan Kena Penyakit Kardiovaskular
Ilustrasi penyakit kardiovaskular (Foto: Theindependent)
A
A
A

PENDUDUK Indonesia kurang perhatian dalam membatasi konsumsi makanan dengan tambahan gula, garam dan lemak. Jika tidak, ancaman penyakit kardiovaskular ke depan jumlahnya semakin besar.

Setiap makanan yang dikonsumsi rata-rata mengandung rasa yang kuat dan sebenarnya dapat menambah nafsu makan. Tapi bila dikonsumsi berlebihan, dapat memicu sejumlah penyakit berbahaya di masa mendatang.

Karena itu, sebaiknya masyarakat memperhatikan kandungan gula, garam dan lemak. Dalam sehari jangan sampai berlebihan agar tidak berdampak buruk.

Adapun batasan konsumsi gula, garam, dan lemak yang disarankan oleh Kementerian Kesehatan yakni dalam sehari tidak mengonsumsi gula lebih dari 50 gram atau setara empat sendok. Untuk gram, tidak boleh melebihi dari lima gram atau setara satu sendok teh. Lalu untuk konsumsi lemak, batasannya bisa sampai lima sendok makan saja.

"Kalau kebanyakan gula misalnya, bisa memicu penyakit kardiovaskular di masa mendatang. Ini yang tidak boleh terjadi pada masyarakat kita," ujar Menteri Kesehatan RI Prof Dr dr Nila F Moeloek SpM(K) di Shangrila Hotel, Jakarta, Senin (30/10/2017).

Menkes Nila menjelaskan, pada dasarnya gula merupakan salah satu sumber energi yang dibutuhkan manusia. Namun, jika berlebihan, gula dapat menyebabkan obesitas dan memicu diabetes tipe 2.

Sebagai penggantinya, di dalam buah-buahan segar terdapat gula alami. Dengan ini, seharusnya seseorang tak sebenarnya lagi membutuhkan tambahan gula.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement