NAMA model cantik bernama Vlada Dzyduba sontak menjadi pemberitaan di sejumlah media. Bagaimana tidak, Vlada Dzyduba meninggal dunia setelah 12 jam fashion show di pagelaran Shanghai Fashion Week, China. Model asal Rusia tersebut meninggal diduga lantaran kelelahan akut.
Kematian Vlada Dzyuba tentu meningkatkan keprihatinan di dunia modeling. Cerita tragis di balik gemerlap dunia fesyen ini pun seolah menguak bagaimana kondisi kerja para model dan seperti apa mereka diperlakukan dan dieksploitasi tenaganya.
(Baca juga: GAWAT! Tanpa Sadar 6 Kebiasaan Ini Bisa Merusak Ginjal)
Kabar terbaru mengungkapkan bahwa Vlada dikontrak dengan nominal USD3 ribu atau sekira Rp40 juta selama dua bulan bekerja di Beijing, China. Sayang, bayaran tersebut belum termasuk potongan untuk tiket pesawat, akomodasi, makanan, pajak, dan juga asuransi.
Mengutip TheSun, Senin (30/10/2017), terkuak bila Vlada hanya dibayar sekira USD8 atau sekira Rp100 ribuan dalam sehari kala bekerja di China. Model remaja ini sebelumnya sempat mengambil bagian dalam peragaan busana di Shanghai Fashion Week yang melelahkan selama 13 jam.
(Baca juga: VIRAL! Anjing Ini Saja Punya Hobi Berpelukan, Masa Kamu Enggak?)
Ia pun jatuh pingsan di samping catwalk dan mengalami koma. Ia sekarat dua hari dan akhirnya meninggal. Pemeriksaan post-mortem menyimpulkan bahwa penyebab kematian Vlada adalah meningitis yang diperparah dengan kelelahan.
(Baca juga: Ikan Kuah Kuning Bikinan Menteri Yohana Rasanya Juara!)
Vlada Dzyuba diketahui terikat kontrak dengan salah satu agensi modeling, dan baru tiga bulan bekerja di China. Selama kontrak, Vlada dikabarkan bekerja tanpa henti dan terlalu takut menjalani pengobatan medis.
“Vlada menerima 16 pekerjaan berbeda selama tinggal dua bulan di China. Ia juga memiliki istirahat yang rutin di sela-sela bekerja. Sebagian besar pekerjaannya selesai dalam delapan jam. Memang beban kerjanya lebih besar dibandingkan model lainnya,” ujar Zheng Yi, Chief Executive of Esee Model Management.
Ibunda Vlada, Oksana, pun sempat mengatakan bahwa putrinya yang berusia 14 tahun tersebut sempat menghubunginya. Vlada mengeluh tubuhnya terasa lelah dan sangat ingin bisa tidur lebih lama.
“Itu pasti terjadi di awal-awal sakitnya. Dan suhu tubuhnya naik. Aku tidak bisa tidur dan terus meneleponnya, memohonnya untuk pergi ke rumah sakit," tutur Oksana.
(Baca juga: Tulang Rentan Diserang Sel Kanker, Ini Trik Mengetahui Gejalanya)
Orangtua Vlada pun mengaku tidak memiliki banyak uang untuk membawa jasad putrinya kembali ke Rusia. Vlada dikabarkan akan dikremasikan di China, lalu abunya akan diterbangkan ke tanah kelahirannya di Rusia.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.