Butuh dua hari bagi Morgan untuk meniup dan mempersiapkan penerbangan kursi balon heliumnya. Maka tak heran dia merasa gembira saat balon berhasil melayang menuju lapisan inversi atmosfer. Dikatakan oleh Morgan, penerbangan mulai melaju dengan sangat cepat saat terjadi peningkatan suhu.
BACA JUGA:
“Hal itu tidaklah mudah. Saya mengalami kesulitan untuk melihat jendela cuaca yang bagus dan melindungi balon yang terus meledak. Akan tetapi saya harus tetap tenang dan memotong balon secara perlahan. Saya juga harus menghindari daerah tertentu, terutama yang memiliki banyak semak berduri,” ungkap Morgan.
Keberanian Morgan untuk terbang menggunakan balon helium dilandasi oleh latar belakangnya. Dia telah tinggal di Bristol selama 15 tahun dan menjalankan sebuah perusahaan petualangan. Setelah merasakan pengalaman terbang ini, Morgan ingin mengadakan sebuah perlombaan balon helium yang kompetitif di Afrika.
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.