Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Membayangkan Jadi Snow White, Cara Kanya Puspokusumo Berdamai dengan Multiple Sclerosis

Annisa Aprilia , Jurnalis-Jum'at, 20 Oktober 2017 |21:00 WIB
Membayangkan Jadi <i>Snow White</i>, Cara Kanya Puspokusumo Berdamai dengan <i>Multiple Sclerosis</i>
Cara berdamai dengan multiple sclerosis (Foto:BBC)
A
A
A

Sebagai pasien dan pengidap MS, sebaiknya kenali MS. Carilah info sebanyak mungkin soal MS. Pasalnya, dengan mengetahui seluk-beluk MS, kita sebagai pasien dan pengidap akan tahu bagaimana solusinya. Terlebih MS merupakan penyakit yang banyak gejala yang bisa dirasakan, selain itu setiap penyandang juga memiliki gejala yang berbeda. Namun, kebanyakan pengidap MS merasakan Fatigue atau rasa lelah yang berlebih/kronis. Bahkan, fatigue ini besarnya hingga 63 persen dari gejala yang lain, seperti nyeri, kehilangan keseimbangan, gangguan kognitif dan kesulitan berjalan.

3. Menjadikan MS teman

Mungkin terdengar cukup konyol, sebab bagaimana mungkin bisa menjadikan sebuah penyakit teman. Tapi, ternyata Kanya berhasil menjadikan MS-nya teman selama 16 tahun dan kini ia bisa hidup normal, walau terkadang masih kerap kambuh sakit kepala dan kesulitan berjalannya.

Menurut pengalaman Kanya, berhenti melawan MS, mulailah menerima dan jadikan MS teman. Jika gejala-gejala itu kambuh, maka biarkan saja tidak perlu dipikirkan, tapi cari solusinya agar sakit dapat diredakan.

BACA JUGA:

Ini 5 Tips Bagi Care Giver yang Hidup dengan Anggota Keluarga Pengidap Penyakit Multiple Sclerosis

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement