MULTIPLE Sclerosis merupakan penyakit yang masih jarang terdengar di telinga masyarakat Indonesia. Wajar saja, sebab masih sedikit sekali masyarakat di Indonesia yang mengidap penyakit Multiple Sclerosis, sering disingkat MS.
Oleh karena masih sedikit pengidap MS di Indonesia, maka penyakit yang telah menyerang sekira 2,3 juta di dunia ini, masuk dalam penyakit langka. Padahal, MS bisa dibilang penyakit yang cukup aneh. Pasalnya, MS membuat pengidapnya seperti sedang bermain sandiwara, sebentar-sebentar sakit, sebentar-sebentar normal.
Ternyata, kondisi seperti ini disebabkan karena MS memiliki gejala yang tidak khas dan bersifat hilang-muncul dan progresif. MS menyerang pelindung saraf di otak dan sum-sum tulang belakang, sehingga bisa membuat pengidapnya cacat sementara hingga permanen, dan ketergantungan pada orang lain.
BACA JUGA:
Salah satu pengidap MS datang langsung dari Bandung untuk membagikan ceritanya. Ia merupakan satu dari 2,3 juta pengidap MS yang juga mendirikan Yayasan Multipel Sklerosis Indonesia. Ya, dia adalah Kanya Puspokusumo.
Lewat cerita yang ia bagikan dalam acara seminar Mengenal Lebih dalam Penyakit Multipel Sklerosis, di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (20/10/2017), Kanya memberikan tips yang harus dilakukan oleh para pengidap MS agar dapat hidup lebih bahagia menjalani hari-harinya. Lewat tips yang ia bagikan, berdamai dengan penyakit menjadi salah satu cara agar penyakit bisa dikendalikan.
Berdasarkan pengalaman pribadinya mengidap MS selama 16 tahun, berikut tips berdamai dengan MS yang telah ia terapkan dalam hari-harinya saat keadaan MS-nya sempat memberat.
1. Menerima MS
Menerima penyakit memang tidak mudah, karena banyak juga pengidap MS yang mengelak dan menolak telah terdiagnosa MS. Akan tetapi, jika terus mengelak dan menolak, maka pengidap MS akan stress. Sementara, stres harus dihindari, untuk itu terimalah MS dengan ikhlas, setelah ikhlas maka pengidap MS dan keluarga bisa menentukan langkah selanjutnya.
2. Kenali MS dengan baik
Sebagai pasien dan pengidap MS, sebaiknya kenali MS. Carilah info sebanyak mungkin soal MS. Pasalnya, dengan mengetahui seluk-beluk MS, kita sebagai pasien dan pengidap akan tahu bagaimana solusinya. Terlebih MS merupakan penyakit yang banyak gejala yang bisa dirasakan, selain itu setiap penyandang juga memiliki gejala yang berbeda. Namun, kebanyakan pengidap MS merasakan Fatigue atau rasa lelah yang berlebih/kronis. Bahkan, fatigue ini besarnya hingga 63 persen dari gejala yang lain, seperti nyeri, kehilangan keseimbangan, gangguan kognitif dan kesulitan berjalan.
3. Menjadikan MS teman
Mungkin terdengar cukup konyol, sebab bagaimana mungkin bisa menjadikan sebuah penyakit teman. Tapi, ternyata Kanya berhasil menjadikan MS-nya teman selama 16 tahun dan kini ia bisa hidup normal, walau terkadang masih kerap kambuh sakit kepala dan kesulitan berjalannya.
Menurut pengalaman Kanya, berhenti melawan MS, mulailah menerima dan jadikan MS teman. Jika gejala-gejala itu kambuh, maka biarkan saja tidak perlu dipikirkan, tapi cari solusinya agar sakit dapat diredakan.
BACA JUGA:
4. Membayangkan diri sebagai Snow White
Tips keempat ini akan jadi yang paling tidak ada korelasinya dengan MS. Tapi, berdasar pengalaman Kanya, ia mengkhayalkan dirinya Snow White dengan tujuh kurcacinya yang merupakan gejala MS yang kerap ia rasakan. Dengan cara seperti itu, Kanya jadi lebih menerima kehadiran MS dan hidupnya terasa lebih bahagia.
Tujuh kurcaci Kanya, yaitu kebas, pelupa, tremor, nyeri, fatigue, kikuk, kebutaan sesaat. Kurcaci yang hidup bersama Kanya selama 16 tahun tersebut terkadang masih kerap kambuh. Bahkan, ia pernah mengalami short term memory lost, hingga kelumpuhan selama 6 bulan dan koma selama 5 hari akibat dari MS.
"Dengan cara seperti ini, saya bisa berdamai dengan membawa senang segala gejala tersebut, sehingga saya pun dapat mengendalikan penyakit MS yang saya idap," ucap Kanya, ketika membagikan ceritanya.
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.