“Mungkin sistem kesehatan perlu diinvestasikan lebih lanjut sehubungan dengan peningkatan jumlah tim bedah dan ruang operasi. Dengan begitu operasi bisa lebih banyak dilakukan pada siang hari. Begitu juga dengan kasus mendesak atau kondisi darurat yang harus distabilkan di siang hari agar mendapatkan manfaat yang lebih banyak dari operasi. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menjawab pertanyaan mengenai hubungan antara waktu mulai operasi dan komplikasi bedah,” jelas Dr. Aditya.
Hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal Neurosurgery itu menganalisis data dari 15.807 pasien yang menjalani operasi otak antara 1 Januari 2007 dan 1 Agustus 2014. Analisis mempertimbangkan beberapa aspek seperti jumlah komplikasi dan waktu pelaksanaan operasi. Dari hasil analisis ditemukan sebanyak 785 operasi mengalami komplikasi sesuai dengan yang dilaporkan oleh ahli bedah.
Hasil penelitian ini mungkin bisa dijadikan bahan diskusi lebih lanjut dengan dokter Anda dalam menentukan jadwal operasi di kemudian hari.
(Ade Indra Kusuma)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.